Breaking News:

Herdianto Raih IPK Tertinggi di S2 FISIP Untan, Bukti Usia Bukanlah Penghalang Prestasi

"Saya merasa kuliah ini refreshing, refreshing dari kegiatan aktivitas sehari-hari yang sibuk dengan kerja dan keruwetan, dengan kuliah saya menemukan

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Herdianto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Umur bukanlah halangan untuk terus berprestasi dan mendapat gelar akademis. Hal tersebut terbukti dari Herdianto, pengusaha dibidang kontruksi ini berhasil meraih cumclaude dan IPK tertinggi di magister FISIP Untan, Kota Pontianak.

Gelar M.Sos yang didapat pria yang akan genap berumur 54 tahun pada bulan september ini bukanlah yang pertama, melainkan gelar magister ini menjadi yang kedua setelah sebelumnya ia meluluskan kuliah S2nya di Fakultas Ekonomi Untan Pontianak pada tahun 2018.

Herdianto sebelum ke jenjang S2, mengenyam pendidikan S1 disalah satu universitas di Yogyakarta pada tahun 1987, saat selesai 1994 ia pun pulang ke Kalbar untuk bekerja sampai akhirnya melanjutkan pendidikan kembali.

"Sayakan S1 teknik, kemudian S2 pertama manajemen, kenapa bisa ke sosial politik, nilai tertinggi dan cepat, ini karena saya termotivasi, menunjukan bahwa dalam usia berapa pun kita mampu untuk kuliah dan menunjukan prestasi," katanya, kepada Tribun baru-baru ini.

"Saya merasa kuliah ini refreshing, refreshing dari kegiatan aktivitas sehari-hari yang sibuk dengan kerja dan keruwetan, dengan kuliah saya menemukan sesuatu yang baru, artinya disini sangat layak dan menantang," tambahnya.

PAN Usung Ardiansyah di Pilkada Kubu Raya, Begini Analisa Akademisi FISIP Untan

Menurut dia, yang paling penting ialah menemukan passion agar terus bersemangat saat menjalani apapun hal itu.

"Kalau kita lihat, yang paling penting baik kuliah ataupun pekerjaan adalah niat. Selain itu passion juga penting, artinya sesuatu yang terus kita cari dan dapatkan sesuatu yang kita anggap menarik," ujarnya.

Herdianto yang mendapat IPK 3,94 ini pun bersyukur pasca kuliah magister kedua kalinya, ia merasa kembali mendapat semangat seperti sewaktu muda.

"Kalau secara langsung gelar ini tidak ada hubungan, karena sayakan pengusaha, tapi didalam kebutuhan sehari-hari sangat membantu, menambah relasi dan membuka wawasan kita, dan yang paling penting saya menemukan semangat hidup," imbuhnya.

Lebih lanjut, Herdianto pun berharap agar prestasi yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi orang lain.

"Saya ingin motivasi, yang terdekat adalah anak dan keluarga saya, kawan-kawan dan generasi muda, yang paling penting adalah menemukan passion, minat, anak-anak dari SMA harus menemukan inginnya kemana, setelah ketemu passion, maka dia akan semangat dan bisa berprestasi," katanya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved