Tim Operasi SPORC Amankan Ratusan Batang Meranti Ilegal asal Kapuas Hulu

Ratusan batang kayu jenis keras tersebut di duga hasil dari kegiatan ilegal logging yang diungkap berawal dari Kegiatan Operasi Penertiban Illegal Log

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Hamdan Darsani
Tim Operasi SPORC Amankan Ratusan Batang Meranti Ilegal asal Kapuas Hulu - sdfvccdf-dfd.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dua Tersangka yang Ditangkap oleh SPORC lantaran membawa ratusan kayu meranti ilegal.
Tim Operasi SPORC Amankan Ratusan Batang Meranti Ilegal asal Kapuas Hulu - sdf-cvcvdf-cvcdf-cvdfcdfcvc.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Barang bukti kayu ilegal tak berdokumen sebanyak 144 batang jenis Meranti dan Rimba campuran di markas SPORC

TRIBUNPONTIANAKI.CO.ID, KUBURAYA - Tim Operasi SPORC Brigade Bekantan Kalimantan Barat berhasil mengamankan dua truk yang mengangkut 144 batang kayu ilegalPada hari Selasa, 29 Juni 2021, sekitar pukul 07.50 WIB, di Jl. Trans Kalimantan Km 32, Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang.

Ratusan batang kayu jenis keras tersebut di duga hasil dari kegiatan ilegal logging yang diungkap berawal dari Kegiatan Operasi Penertiban Illegal Logging dan Peredaran Hasil Hutan oleh Tim Operasi Balai Gakkum Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak di Kabupaten Kubu Raya

Selain 144 batang kayu olahan jenis Meranti dan Rimbatanpa dilengkapi Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu (SKSHHK) dua orang yakni berinisal OI (44), AL (36), dan 2 unit truk merk Mitsubishi juga turut di amankan.

Kepala Seksi Balai Gakkum Wilayah III Pontianak Julian menuturkan saat ini dua orang tersebut berinisial OI dan AL telah ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik Balai Gakkum KLHK Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak.

25 Personel Polres Kubu Raya Naik Pangkat di HUT ke-75 Bhayangkara, Ini Pesan Kapolres Yani Permana

"Keduanya telah di tahan dan di titipkan di Rutan Polda Kalbar , sementara barang bukti telah kita diamankan, "ujar Julian pada Jumat 2 Juli 2021

Barang bukti kayu ilegal tak berdokumen sebanyak 144 batang jenis Meranti dan Rimba campuran di markas SPORC
Barang bukti kayu ilegal tak berdokumen sebanyak 144 batang jenis Meranti dan Rimba campuran di markas SPORC (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

Lebih lanjut, Kepala Seksi Balai Gakkum Wilayah III Pontianak ini menuturkan diamankan ratusan batang kayu ilegal ini atas kerjasama Balai Gakkum KLHK Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak yang mendapat dukungan dari  UPT KPH Wilayah Kubu Raya,

"Maka berhasil diamankan OI (44), AL (36), dan 2 unit truk yang mengangkut 144 batang kayu olahan ilegal jenis meranti dan rimba campuran tanpa dilengkapi Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu (SKSHHK) "ungkapnya.

Kepada wartawan, Pengungkapan perkara ini berawal dari Kegiatan Operasi Penertiban Illegal Logging dan Peredaran Hasil Hutan oleh Tim Operasi Balai Gakkum Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak di Kabupaten Kubu Raya. Pada hari Selasa, 29 Juni 2021, sekitar pukul 07.50 WIB, di Jl. Trans Kalimantan Km 32, Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang.

Tim Operasi SPORC Brigade Bekantan Kalimantan Barat menghentikan 2 truk merk Mitsubishi dengan supir OI dan AL, yang dicurigai bermuatan kayu ilegal, kemudian di lakukan pemeriksaan didapati 76 batang (9,6 m3) kayu olahan jenis meranti dan rimba campuran tanpa dilengkapi SKSHH di truk pertama.

Di truk kedua Tim mendapati 68 batang (9,2 m3) kayu olahan jenis meranti dan rimba campuran juga tanpa dilengkapi SKSHH. 

Informasi sementara di duga kuat Kayu olahan tersebut diangkut dari Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, ke Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. 

ASN dan Nakes di Kubu Raya Telah 100 Persen Divaksin

Keberhasilan penanganan kasus ini berkat kerja sama yang baik antara Balai Gakkum KLHK Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar, UPT KPH Wilayah Kubu Raya, BPHP Wilayah VIII Pontianak dan Direskrimsus Polda Kalimantan Barat.

Selanjutnya, setelah berhasil di amankan, akhirnya penyidik telah menetapkan OI dan AL sebagai tersangka dan menitipkannya di Rumah Tahanan Polda Kalbar. Sedangkan 2 unit truk serta 144 batang (18,8 m3) kayu olahan ilegal diamankan di Kantor Seksi Wilayah III Pontianak.

Dan kedua tersangka OI dan AL dengan Pasal 12 Huruf e, Jo. Pasal 83 Ayat 1 Huruf b Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, yang telah diubah dengan Pasal 12 Huruf e Jo. Pasal 83 Ayat 1 Huruf b Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun serta pidana denda paling banyak Rp 2,5 miliar. (*)

(Update Informasi Seputar Kabupaten Kubu Raya)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved