Breaking News:

Kasus Konfirmasi Covid-19 Meningkat, Harisson Sebut Kebutuhan Oksigen di RS se-Kalbar Capai Ribuan

Dikatakannya Kasus konfirmasi Covid-19 di Provinsi Kalbar saat ini mengalami peningkatan sehingga memang ketersediaan oksigen sangat dibutuhkan.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Petugas menata tabung oksigen di Posko Rumah Oksigen, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Selasa (17/9/2019) sore. Pemerintah kota Pontianak menyediakan 7 titik posko Rumah Oksigen untuk pertolongan pertama apabila ada warga yang mengalami sesak napas akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat telah melakukan upaya untuk mengantisipasi terhadap kelangkaan oksigen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson menjelaskan bahwa ketersediaan oksigen di seluruh rumah sakit di Provinsi Kalbar hingga saat ini masih dapat dipenuhi oleh pemasok oksigen yang ada di Kota Pontianak.

Sebelumnya dikatakan Harisson bahwa Gubernur Kalbar telah mengirimkan surat kepada lima perusahaan pemasok oksigen untuk memprioritaskan pengadaan oksigen bagi kebutuhan rumah sakit.

“Pak Gubernur telah mengirimkan surat agar pemasok oksigen di Kota Pontianak dan pabrikan oksigen di Jawa agar tidak hanya memprioritaskan rumah sakit di Pulau Jawa, tetapi juga memprioritaskan kebutuhan oksigen rumah sakit di Provinsi Kalbar,”ujarnya, Jumat 2 Juli 2021.

Dikatakannya Kasus konfirmasi Covid-19 di Provinsi Kalbar saat ini mengalami peningkatan sehingga memang ketersediaan oksigen sangat dibutuhkan.

Berdasarkan data kebutuhan oksigen rumah sakit di seluruh Provinsi Kalbar sebanyak 1.525 tabung perhari.

Sebagai bayangan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedarso membutuhkan 300 tabung sehari. Untuk penanganan kasus Covid-19 dan bukan Covid-19.

Tips Setelah Vaksinasi Covid 19 yang Wajib Diketahui untuk Mengatasi Efek Samping Vaksin Covid-19

“Namun sekitar 75 persen dari kebutuhan oksigen tersebut untuk penanganan Covid-19,” ucapnya.

Hal ini masih belum masuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam isolasi mandiri dan Isolasi mandiri dirumah-rumah juga membutuhkan oksigen.

Diperkirakan jumlah sekitar 200 tabung perhari untuk kebutuhan pemenuhan oksigen isolasi mandiri.

“Jadi untuk pemenuhan kebutuhan oksigen isolasi mandiri masyarakat membeli sendiri di apotik dan pemasok oksigen,”ucapnya.

Kebutuhan isolasi mandiri dan rumah sakit sama-sama membutuhkan oksigen. Untuk mengantisipasi peningkatan harga pemerintah akan melakukan kontrol harga oksigen.

“Jangan sampai harganya melonjak karena ini untuk kebutuhan kemanusiaan,”pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved