Breaking News:

CPNS Kalbar

Pontianak Nihil Penerimaan CPNS dan PPPK, Dewan Dorong Maksimalkan SDM

ia juga berharap agar dengan nihilnya penerimaan CPNS dan P3K menjadi momentum pemkot memaksimalkan tenaga yang ada.

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Anggota DPRD kota Pontianak Zulfydar Zaidar Mochtar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar berharap nihilnya penerimaan CPNS dan P3K di Pontianak tidak mempengaruhi kinerja pemerintah.

Ketua Fraksi Amanat Keadilan Bangsa (AKB) ini berharap agar pemerintah dapat memaksimalkan SDM yang tersedia.

"Jadi apa yang diumumkan pemerintah terkait penerimaan CPNS yang ditunda berkaitan dengan anggaran memang sebenarnya kaitan dengan pemerintah pusat. Tadinya pemerintah pusat akan menggangarkan kegiatan penerimaan ini, lalu pemerintah pusat kemudian meminta daerah untuk menangani situasi penerimaan CPNS," ujarnya, Kamis 1 Juli 2021.

"Yang jadi masalah, penganggaran kita tidak maksimal. Apa yang dijelaskan Wali Kota dengan kondisi sekarang PAD sangat minim sekali, jika seandainya sekian ribu diterima PNS atau P3K oleh Kota Pontianak maka akan kesulitan untuk pendanaannya," tambahnya.

Sementara Hanya Kota Pontianak yang Tidak Buka Pendaftaran CPNS dan PPPK 2021

Ia berharap dengan penundaan ini, menjadi momentum masyarakat yang telah punya ancang-ancang mendaftar mempersiapkan diri lebih maksimal.

"Kita berharap dengan pengumuman ini masyarakat bersabar, kita memaklumi memang karena situasi yang saat ini, dan kita berharap agar dengan hal ini kedepan dapat dipersiapkan lebih baik lagi," ujarnya.

Namun demikian, kata Bang Zul sapaan akrabnya, tentulah OPD atau dinas terkait tetap memerlukan tenaga kerja.

Ia berharap dinas dapat mencari solusi terbaik, yang mungkin satu diantaranya ialah menerima tenaga honorer.

"Mereka (PNS) inikan sekarang fungsional, difungsikan semua, karena situasi yang sekarang ini terjadi. Namun bukan berarti kebutuhan CPNS tidak ada, khususnya disetiap OPD, namun dikondisi sekarang harus kita maklumi," ujarnya.

"Mengenai tenaga honorer, kan tergantung kebutuhan dinas, kita tidak meliat itu suatu pemborosan, dengan adanya penerimaan honorer atau tenaga sistem kontrak mungkin juga karena tidak ada penerimaan CPNS, tinggal bagaimana mampu menangani persoalan pembiayaannya," timpal politisi PAN ini.

Lebih lanjut, ia juga berharap agar dengan nihilnya penerimaan CPNS dan P3K menjadi momentum pemkot memaksimalkan tenaga yang ada.

"Kita berharap dengan kondisi yang diumumkan Wali Kota tidak mengurangi kinerja pemerintah, kita harapkan pemerintah lebih mampu memperkuat sendi-sendi di pemerintahan dan tertantang bagaimana pemerintah menunjukan kepiawaian meningkatkan PAD," ujarnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved