Breaking News:

Dinilai Mempersulit Pengembang, Ketua Komite lV DPD RI Tolak Aplikasi SiPetruk

Ketua IKBM Kalbar ini pun membeberkan alasan penolakannya. Diantaranya ialah proses sosialisasi dari aplikasi SiPetruk yang terlalu singkat dan masih

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Ketua Komite IV DPD RI, H. Sukiryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Komite IV DPD RI, H Sukiryanto menegaskan jika pihaknya menolak rencana penerapan aplikasi Sistem Pengawasan Konstruksi (SiPetruk) pada tanggal 1 Juli 2021 oleh PPDPP untuk pembangunan rumah subsidi.

Penolakan pria yang juga Ketua Perkumpulan Merah Putih Kalbar ini karena ia menilai aplikasi SiPetruk mempersulit pengembang.

"Saya meminta agar penerapan aplikasi SiPetruk dibatalkan atau ditunda sampai dengan pandemi Covid-19 berakhir," ujarnya, Kamis 1 Juli 2021 kepada Tribun.

Ketua IKBM Kalbar ini pun membeberkan alasan penolakannya. Diantaranya ialah proses sosialisasi dari aplikasi SiPetruk yang terlalu singkat dan masih banyak daerah yang belum tersosialisasi dengan baik.

Masih banyak daerah yang belum memiliki infrastruktur (intemet) untuk mendukung aplikasi SiPetruk karena di dalam penerapan aplikasi SiPetruk tenaga pengawas harus melampirkan setidaknya 32 buah foto setiap rumahnya dari tahapan awal pembangunan sampai selesai.

Sukiryanto Ajak Masyarakat Disiplin Prokes dan Sukseskan Vaksinasi

Selain itu, aplikasi SiPetruk tidak mendukung kearifan lokal dalam ilmu konstruksi dan dengan menyamaratakan kaidah ilmu konstruksi secara umum akan menyebabkan banyak implikasi dilapangan terutama di daerah, karena keadaan alam yang berbeda;

Pelatihan dan bimbingan teknis calon tenaga pengawas SiPetruk belum selesai dilaksanakan sehingga ada shortfall yang jauh antara kebutuhan jumlah tenaga pengawas SiPetruk dengan jumlah proyek perumahan subsidi.

Kemudian, beberapa daerah memiliki masalah terkait ketersediaan sumber daya manusia untuk calon tenaga pengawas SiPetruk.

Di dalam aplikasi SiPetruk juga mencakup ketersediaan infrastruktur pendukung seperti ketersediaan air bersih dan jaringan listrik dan terkhusus untuk penyambungan listrik ini harus ada sinergi kebersamaan cita-cita dalam mensukseskan program satu juta unit rumah, karena keterbatasan anggaran PLN menerapkan pola bisnis biasa sehingga sering kali menunggu kecukupan rasio dalam penyambungan jaringan listrik yang menyebabkan waktu tunggu yang lama untuk proses penyambungan ke perumahan; dan

Aplikasi SiPetruk masih terdapat banyak kekurangan, sehingga perlu dilakukan pemutakhiran dan penyelesaian berbagai permasalahan yang menjadi dasar kendala untuk dapat diterapkan dalam waktu cepat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved