TERCATAT Dalam Sejarah, Pesawat Hercules C-130 Jatuh di Medan, Ada Tujuan ke Pontianak Kalbar

Menurut KSAU, ada beberapa penumpang yang memiliki tujuan ke Tanjung Pinang di Provinsi Kepulauan Riau dan Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Pesawat Hercules 

Hingga 1 Juli 2015, dini hari pukul 00.12, sudah 102 jenazah yang dievakuasi dari lokasi kejadian dan 32 di antaranya sudah dikenali identitasnya. Jumlah tersebut terus bertambah setiap harinya.

Salah satu warga Sumirah br Sembiring (52), pemilik warung makan yang persis di depan lokasi kejadian, mengatakan pesawat Hercules itu tampak terbang rendah di atas bangunan warungnya pada sekitar pukul 11.50.

Hal itu membuat dirinya panik dan sempat berlari ke luar warung.

Mengalami masalah mesin

Ternyata, pesawat itu akhirnya jatuh di ruko yang sedang dibangun dan bangunan tempat mandi uap. Lokasi jatuhnya pesawat hanya 20 meter di depan warungnya.

Menurut dia, pesawat itu baru terbakar ataupun meledak ketika jatuh di lokasi kejadian. ”Pesawat itu baik-baik saja di udara, tetapi terbang rendah. Lalu, menukik, terjatuh, dan meledak di lokasi itu,” ujarnya.

Mengutip Kompas.com, 2 Juli 2012, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsma Dwi Badarmanto mengatakan pesawat Hercules C-130 itu mengalami masalah mesin.

"Jadi diperkirakan, ini catat, ada masalah di mesin atau di engine nomor empat, paling kanan, paling luar," ujarnya.

Sebelumnya, menurut hasil investigasi sementara TNI Angkatan Udara, mesin pesawat Hercules C-130 mengalami malafungsi ketika lepas landas dari Pangkalan Udara Soewondo, Medan, Sumatera Utara, Selasa 30 Juni 2015, Pesawat jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna mengatakan, setelah lepas landas, salah satu mesin kanan pesawat mengalami malafungsi. Hal itu, kata dia, terlihat dari pesawat yang terbang ke kanan dengan ketinggian yang rendah.

"Saat after take-off, pesawat itu mengalami malfunction. Itu dilihat dari rate of climb pesawat tersebut. Rate of climb tetap rendah, berarti ada malfunction salah satu engine. After take-off, karena malfunction di engine sebelah kanan, (pesawat) cenderung ke kanan. Saat itu, pilotnya sudah minta kembali ke pangkalan, return to base," kata Agus.

Agus mengatakan, setelah satu menit terbang, pesawat Hercules menabrak antena setinggi 100 kaki atau sekitar 30 meter. Agus tak menjelaskan antena itu milik siapa dan untuk apa.

"Kena antena, buktinya ada, dari tujuh tahap antena, tinggal dua. Beberapa antena berjatuhan di atas atap rumah atau ruko. Itu kan sebetulnya di ujung runway, seharusnya tidak ada antena setinggi itu," tutur Agus.

Melansir Kompas.com, 11 Januari 2021, seluruh penumpang dan kru Pesawat Hercules Lockheed C-130 milik TNI AU meninggal dunia. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved