Breaking News:

Legislator Kalbar Maman Abdurrahman Dilantik Jadi Pimpinan Komisi VII DPR RI

Terkait konteks pengawasan, diharapkan sisi pengawasan legislatif bisa mendorong peningkatan pendapatan negara dari komisi VII.

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ ISTIMEWA/Maman Abdurahman
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Kalbar 1, Golkar Maman Abdurrahman (batik kuning) saat resmi menjabat Wakil Ketua Komisi VII DPR. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Kalbar 1, Golkar Maman Abdurrahman resmi menjabat Wakil Ketua Komisi VII DPR.

Ketua Bappilu DPP Partai Golkar ini dilantik menjadi pimpinan komisi menggantikan Alex Noerdin.

Pada pelantikan Maman yang menjadi pimpinan komisi bidang energi ini tampak dihadiri Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel, Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto, dan Wakil Ketua Komisi VII Bambang Wuyanto.

Saat dihubungi, pria yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar ini mengatakan jika pergantian Alex Noerdin terhadapnya merupakan hal biasa di Fraksi Golkar. Rotasi ini, diyakininya, untuk optimalisasi Fraksi Golkar di Komisi VII.

Hadiri Konsolidasi Pengurus DPD Partai Golkar Sanggau, Ini Yang Disampaikan Maman Abdurrahman

"Proses pergantian ini hal yang biasa, dalam rangka untuk mendorong optimalisasi peran Fraksi Partai Golkar di Komisi VII di dalam melakukan fungsi pengawasan, budgeting, dan legislasi," katanya.

Dijelaskan Maman, memang ada banyak situasi ataupun kebutuhan urgensi yang mendorong fraksi Partai Golkar melalui komisi VII ini.

Terkait konteks pengawasan, diharapkan sisi pengawasan legislatif bisa mendorong peningkatan pendapatan negara dari komisi VII.

"Kita sadar sekali komisi VII backbone, tulang punggung untuk penyumbang pendapatan negara," katanya

Sementara untuk legislasi, sekarang ini dikatakannya ada agenda yakni pembahasan RUU energi terbaharukan, dimana menindaklanjuti dari target global untuk mendorong zero emision didunia.

"Kami juga mendorong tapi dengan catatan bahwa jika kita mendorong terealisasinya energi terbaharukan tanpa mengesampingkan energi fosil juga, karena riset cadangan cukup banyak dan ini potensial untuk mendorong peningkatan pendapatan negara. Kemudian untuk mempersiapkan RUU migas yang memang sudah cukup lama tertahan," tuturnya.

Terkait fungsi anggaran, ia melihat di situasi pandemi ini memang membuat cukup berat dianggaran karena pemerintah memindahkan fokus anggaran kepada penanganan pandemi.

Namun, ia meyakini dengan Partai Golkar mendorongnya menjadi pimpinan komisi untuk menjaga pemanfaatan penggunaan anggaran sebaik dan setepat sasaran mungkin.

"Dalam setiap langkah kita, kita berharap fungsi pengawasan yang dilakukan oleh kita legislatif bukan dalam konteks fungsi anggaran menahan investasi, justru kami berharap dengan melakukan fungsi anggaran bisa mendorong peningkatan investasi didunia pertambangan," ujarnya.

"Harapannya dengan investasi yang sehat kita dorong di komisi VII, terciptanya pendapatan negara yang meningkat dan lapangan pekerjaan, itu yang jadi konsern," timpal dia.

Lanjut dikatakannya, fraksi Partai Golkar meyakini bahwa dari sektor pertambangan dan energi juga bisa meningkatkan pendapatan negara, tidak hanya dengan menaikkan sektor pajak, tapi dengan melakukan pengawasan optimal dalam rangka membangun investasi yang sehat. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved