Breaking News:

Kota Pontianak Kembali ke Zona Merah Covid-19, PPKM Lebih Ketat Akan Diperpanjang 14 Hari Kedepan

"Saat ini Kota Pontianak berada di Zona merah skornya 1,4 . Artinya tingkat ketertularan Masyarakat sudah tinggi rata-rata diatas 100 perhari".

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/FILE
Kota Pontianak Kembali Masuk Zona Merah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Angka penyebaran kasus Covid-19 di Kota Pontianak hingga kini terus meningkat, bahkan berdasarkan dari data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat per 27 Juni 2021, Kota Pontianak berada pada zona merah dengan skor 1,43.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa dirinya membenarkan bahwa Kota Pontianak berada pada zona merah dengan skor 1,43. Ia mengatakan skor tersebut menunjukkan, bahwa angka ketertularan covid-19 di masyarakat sudah tinggi.

Bahkan ia menyebutkan, rata-rata perhari diatas angka 100 orang dinyatakan positif covid-19

"Saat ini Kota Pontianak berada di Zona merah skornya 1,4 . Artinya tingkat ketertularan Masyarakat sudah tinggi rata-rata diatas 100 perhari".

"Nah sejak awal Juni 2021 sudah diprediksi terjadi peningkatan kasus di kota Pontianak terutama yang bergejala juga dan sudah hampir merata di setiap sektor komunitas misalnya perkantoran, seperti di Pemkot itu sudah hampir merata semuanya, terus sekarang ini klaster keluarga. Bahkan lebih banyak kluster keluarga, itu dari anak, istri, suami, karena satu rumah," ungkapnya, saat dikonfirmasi Tribun Pontianak, Selasa 29 Juni 2021.

Pontianak Kembali Zona Merah Covid, Legislator Kalbar Nilai Vaksinasi Upaya Tekan Penyebaran Corona

Hingga saat ini jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 di Kota Pontianak sebanyak 2553 orang dan sembuh sebanyak 2210, sedangkan yang masih dalam perawatan 277 orang dan meninggal sebanyak 66 orang.

Tingginya tingkat ketertularan kasus covid-19 ini, menurut Edi dikarenakan memang mobilitas masyarakat di Kota Pontianak cukup tinggi, terutama, lanjutnya, kegiatan-kegiata kemarin setelah lebaran idul Fitri.

Sehingga berbagai kebijakan telah diambil oleh Satgas Covid-19 Kota Pontianak, satu diantaranya ia katakan adalah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro secara ketat selama 14 hari sejak 14 Juni sampai 27 Juni 2021.

"Kita sudah menerapkan PPKM secara ketat selama 14 hari sampai kemarin (27 Juni 2021) dan sampai saat ini masih di evaluasi.
Kemungkinan akan diperpanjang dan akan lebih diperketat untuk menurunkan tingkat ketertularan, satu-satunya jalan adalah dengan membatasi aktivitas dan mobilitas," tegas Edi.

BREAKING NEWS - Pontianak Zona Merah COVID-19, Sutarmidji Minta Pemda Perketat Penerapan PPKM Mikro

Edi menerangkan untuk perpanjangan PPKM ini memang lebih diperketat dari sebelumnya, hal tersebut dikatakannya untuk mencegah penyebaran covid-19.

"Saya menghimbau kepada semua masyarakat untuk menunda kegiatan-kegiatan yang bisa mengumpulkan orang banyak, menunda dan membatasi kegiatan minimal 50 persen dari kapasitas ruangan atau bahkan 35 persen saja dari kapasitas yang ada untuk acara," tandasnya

"Ini dalam rangka untuk menekan angka penyebaran covid-19 selama PPKM dua minggu ini. Selain itu, tidak terjadi gerombolan-gerombolan lagi, kumpulan-kumpulan di restoran, warkop dan tempat-tempat yang menimbulkan keramaian. Mudah-mudahan PPKM yang diperpanjang ini bisa menekan angka penyeberan covid-19. Itu harapan kita," jelasnya.

Untuk kebijakan yang berkaitan dengan pembatasan jam operasional dan sanksi lainnya, Edi mengatakan masih akan menunggu hasil dari keputusan bersama Satgas Covid-19 Kota Pontianak yang rencana besok 30 Juni 2021 akan diadakan rapat koordinasi sekaligus evaluasi terhadap hasil PPKM secara ketat selama 14 hari kemarin.

"Satgas Covid-19 sedang mengkaji. Karena ini kan ekonomi harus bergerak juga, tapi tetap aman dari covid-19," kata Edi. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved