Breaking News:

Disparbud Akan Lanjutkan Pembangunan Rumah Adat di Ketapang, Komitmen Pelaksanaan Sesuai Aturan

Selain itu, juga menjadikan rumah adat sebagai ikon daerah serta tempat untuk melaksanakan berbagai kegiatan kebudayaan dan hal positif lainnya.

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ketapang Yulianus. Foto istimewa 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Ketapang terus meningkatkan keberadaan situs budaya satu diantaranya keberadaan rumah adat berbagai suku yang ada di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Keberadaan rumah adat selain menjadi wadah bersilaturahmi, juga diharapkan menjadi tempat berkumpul masyarakat dalam melaksanakan kegiatan budaya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Ketapang Yulianus mengatakan di tahun 2021 ini pihaknya kembali akan melaksanakan beberapa lanjutan pembangunan rumah adat yang ada di Ketapang.

"Tahun ini yang akan dilaksanakan lanjutan pembangunan rumah adat Jawa Kabupaten Ketapang, rumah adat Dayak Kabupaten Ketapang serta rumah adat Dayak Kecamatan Sungai Laur," kata Yulianus, Senin 28 Juni 2021.

Dampingi Pangdam, Martin Tegaskan Pemkab Ketapang Berupaya Keras Tangani Covid-19

Menurut Yulianus, pembangunan rumah adat merupakan bagian dari program pemerintah daerah melalui Disparbud guna menambah situs budaya yang ada di Ketapang.

Selain itu, juga menjadikan rumah adat sebagai ikon daerah serta tempat untuk melaksanakan berbagai kegiatan kebudayaan dan hal positif lainnya.

"Termasuk lanjutan pembangunan rumah adat melayu Ketapang kita ajukan untuk kembali dianggarkan pada tahun 2022 mendatang, dan direncanakan awal RPJMD 2022 sudah masuk," jelasnya.

Yulianus menambahkan, untuk rumah adat jawa dan dayak Ketapang sendiri saat ini pembangunannya sudah mencapai tahap pembangunan fisik. Sedangkan pembangunan rumah adat melayu yang telah dilakukan memang masih dalam tahap awal.

Dimana pada tahun 2019, kata Yulianus, pembangunan awal dimulai dari pembersihan lokasi seluas 28.510 m2, pembuatan jalan meeting sementara sepanjang 336 m2, pengerjaan timbunan mulai dari perataan tanah menggunakan pasir urug sebanyak 537 m3 hingga timbunan tanah urug sebanyak 2.168 m3 dan juga pembuatan pelang nama proyek.

"Untuk item pembangunan ditahun 2019 anggarannya sebesar Rp 1,4 Miliar dan semua sudah selesai dilaksanakan sesuai waktu kontrak dan item pekerjaan," terangnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved