Bupati Jarot Dorong Anak Muda Sintang Identifikasi Potensi Usaha yang Bakal Berkembang

Menurut Jarot, disrupsi teknologi semakin dalam selama pandemi corona. Disisi lain, anak-anak milenial membutuhkan pelayanan yang lebih cepat, murah d

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sintang, Jarot Winarno mengisi seminar dan pelatihan nasional kewirausahaan yang digelar oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kabupaten Sintang di pendopo bupati. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno mengaku sangat senang dengan tema pelatihan yang dibuat oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Menurut Jarot, kewirausahaan merupakan peluang usaha yang berpotensi berkembang disaat pandemi Covid-19.

"Pelatihan ini sangat baik, semoga kita bisa bangkit kembali. Dan kita bisa melihat peluang usaha yang berpotensi berkembang di saat pandemi ini. Pelatihan akan memberikan pembekalan kepada kita. Memberikan dasar kemampuan kita untuk berbisnis pada para peserta," kata Jarot saat menghadiri seminar Nasional dan Pelatihan Kewirausahaan di Pendopo Bupati Sintang, Minggu 27 Juni 2021.

Menurut Jarot, disrupsi teknologi semakin dalam selama pandemi corona. Disisi lain, anak-anak milenial membutuhkan pelayanan yang lebih cepat, murah dan mudah diakeses.

“Bisnis oline menjamur dimana-mana. Maju dengan pesat. Kemudian datanglah pandemi corona, yang salah satu untuk mencegahnya adalah kebutuhan kaum milenial tadi, termasuk mengurangi mobilitas dan di rumah saja. Pandemi covid-19 mendorong disrupsi teknologi lebih dalam lagi. Mau tidak mau, semuanya bisnis online semakin baik," ungkap Jarot.

Sekda Sintang Sebut Perang Terhadap Narkoba Jangan Setengah-setengah

Jarot mengungkapkan, saat pandemi ini ada sektor yang mengalami pertumbuhan minus, tetapi ada juga sektor yang malahan tumbuh positif yaitu pertanian dan perkebunan tetap tumbuh 26 persen. 

"Kita ketahui komoditas karet dan sawit harganya malah naik, sehingga petani bisa lebih baik lagi. Sektor ini tumbuh lebih kreatif, karena ada orang yang sudah mulai tanam komoditas lain seperti porang, sengkubak dan yang lain. Sehingga tidak hanya menanam sawit, karet dan sahang saja. Tetapi mulai melirik komoditas lain," beber Jarot. "Sektor yang berhubungan dengan teknologi komunikasi juga bertumbuh," tambahnya.

Jarot menilai, anak muda perlu dibekali kemampuan berbisnis. Misalnya jangan buka warung kopi lagi karena sudah banyak. Tetapi kata Jarot, identifikasi usaha apalagi yang punya potensi berkembang.

"Pemkab Sintang sangat memberikan apresisasi pelatihan ini, kami selalu memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk berkembang seluas-luasnya. Kami sampai membangun kemitraan dengan orang Jakarta untuk membangun usaha di Sintang. Pendorong usahawan muda di Sintang sangat banyak, silakan manfaatkan peluang ini," kata Jarot.

Jarot berharap, pelatihan ini juga memberikan kemampuan kepada peserta untuk mengidentifikasi hal-hal yang baru dan kreatif dalam berbisnis.

"Dengan demikian, saya yakin akan membantu memulihkan ekonomi di daerah kita. Kalau akses permodalan dan kemampuan sudah sama-sama kuat, maka peserta akan semakin maju dan berkembang," harapnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved