Doa Katolik

Renungan Katolik Sabtu 26 Juni 2021 Lengkap Bacaan 1 dan Bacaan Injil

Renungan Katolik Sabtu 26 Juni 2021. Renungan Katolik Sabtu 26 Juni 2021 pekan biasa XII. Bacaan I Kej. 18:1-15 dan bacaan injil Matius 8:5-17.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/Youtube ANDREAS JIMMY
Renungan Katolik. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Renungan Katolik Sabtu 26 Juni 2021.

Renungan Katolik Sabtu 26 Juni 2021 pekan biasa XII.

Warna Liturgi pada hari ini yakni hijau.

Bacaan I Kej. 18:1-15 dan bacaan injil Matius 8:5-17.

Sementara Mazmur Tanggapan Mazmur : 1:46-47.48-49.50.53.54-55.

( update informasi seputar katolik klik di sini )

Bacaan Doa Pagi Katolik Sebelum Beraktivitas dan Manfaat Doa Menurut Pandangan Iman Katolik

Bacaan I : Kejadian 18:1-15

Adakah sesuatu yang terindah bagi Tuhan? Aku akan kembalikan, dan Sara akan punya anak-laki

Sekali peristiwa Tuhan syuting untuk Abraham di dekat pohon tarbantin di Mamre.

Waktu itu Abraham sedang duduk di pintu kemahnya di kala hari panas terik.

Ketika mengangkat mata, ia melihat tiga orang berdiri di atas tanah. melihat mereka, ia melihat dari pintu kemahnya menyongsong mereka.

Ia bersujud dan berkata, “Tuanku, jika aku mendapat kasih Tuan, singgahlah di kemah hambamu ini.

Biarlah diambil sedikit air, basuhlah kaki Tuan, dan duduklah di bawah pohon ini; biarlah hamba mengambil sepotong roti, agar Tuan-Tuan segar kembali.

Kemudian bolehlah Tuan-Tuan melanjutkan perjalanan. Sebab Tuan-Tuan telah datang ke tempat hambamu ini.” Jawab mereka, “Buatlah seperti yang engkau katakan.”

Abraham segera pergi kemah mendapatkan Sara serta berkata, “Segeralah!

Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!”

Lalu Abraham berlari ke lembu sapinya, mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baiknya, dan memberikan kepada seorang bujangnya yang segera mengolahnya.

Kemudian Abraham mengambil dadih, susu dan anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya kepada mereka.

Abraham sendiri berdiri dekat mereka di bawah pohon itu sementara mereka makan.

Sesudah makan, bertanyalah mereka kepada Abraham, “Di Sara, isterimu?” Jawab Abraham, “Di sana, di dalam kemah.” Maka berkatalah Ia,

Pada waktu itulah Sara, istrimu, akan memiliki seorang anak laki-laki.” Saat itu Sara mendengarkan pada pintu kemah di belakang.

Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid. Maka tertawalah Sara dalam hati, katanya, “Akan berahikah aku, setelah aku menjadi lay, sedangkan tuanku pun sudah tua?”

Lalu berkatalah Tuhan kepada Abraham, “Mengapa Sara tertawa dan berkata, 'Sungguhkah aku akan melahirkan anak, padahal aku sudah tua?'

Adakah sesuatu yang terindah bagi Tuhan? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan dikau.

Pada waktu itulah Sara memiliki seorang anak laki-laki.” Tetapi Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa”. Karena aku takut.

Tetapi Tuhan Mengatakan, “Tidak! Memang engkau tertawa!”

Demikian Sabda Tuhan.

Mazmur : 1:46-47.48-49.50.53.54-55

Ref. Tuhan ingat akan kasih sayang-Nya

1. Aku mengagungkan Tuhan, hatiku bersukaria karena Allah penyelamatku.

2. Karena Ia memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini. Mulai sekarang aku disebut Yang Bahagia oleh sekalian bangsa. Sebab besar perbuatan yang dilakukan oleh Yang Mahakuasa; kuduslah nama-Nya.

3. Kasih sayang-Nya turun-temurun kepada orang yang takwa. Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan; orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong.

4. Menurut janji-Nya kepada leluhur kita, Allah telah Membantu Israel, hamba-Nya. Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya untuk selama-lamanya.

Injil

Matius 8:5-17

Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: "Tuan, hambaku berbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."

Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja satu kata, maka hambaku itu akan sembuh.

Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."

Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata hal itu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah saya jumpai pada tak seorang pun di antara orang Israel.

Aku berkata: Banyak orang akan datang dari dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di Kerajaan Sorga, anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam bayangan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Lalu berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah Yesus seperti yang Anda percaya."

Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya. Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus berbaring karena demam.

Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya Iapun bangunlah dan melayani Dia.

Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan satu kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.

Hal itu terjadi agar genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang kelemahan kita dan penyakit kita."

Sumber: adiutami.com

Renungan

“Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan Sara, istrimu, akan memiliki seorang anak laki-laki” (Kej.18:10).

Allah menunjukan belas kasih kepada Abraham dengan mengutus malaikat-Nya.

Allah datang bukan untuk mencobai, melainkan memberikan kurnia-Nya karena tahu apa yang diharapkan Abraham.

Abraham menginginkan seorang anak dari Sara, tapi ia mandul.

Maka Allah datang untuk melakukan sesuatu yang tidak mungkin di mata mereka.

Dalam Injil hari ini, memuji seorang perwira karena imannya.

Dengan kerendahan hati, perwira itu memosisikan diri sebagai orang berdosa dan merasa tidak Iayak jika Tuhan datang ke rumahnya.

Tuhan pun menyembuhkan hambanya: “Pulanglah dan jadilah seperti yang engkau percaya” (Mat. 8:13).

Kebaikan Tuhan kepada manusia abadi. Ia akan datang kepada kita jika kita menyerahkan dan mohon dengan percaya kepada-Nya.

Kita dapat belajar dan iman seorang perwira. Karena imannya, hambanya itu sembuh.

Yakinlah Tuhan pasti akan datang kepada orang-orang yang selalu berharap kepada-Nya.

Doa Penutup

Ya Tuhan, buatlah kami semakin yakin dan menyadari akan bermanfaat-Mu. Amin

Doa Pagi

Ya Allah, Bapa sumber segala kerahiman.

Pada awal hari baru ini aku menghaturkan puji dan

syukur kepada-Mu atas perlindungan-Mu sepanjang malam tadi.

Aku bersyukur atas hari baru yang membawa kesegaran dan

membangkitkan semangat baru bagi hidupku.

Berilah aku kemampuan baru untuk menghayati iman dan

mengamalkan kasih sepanjang hari ini.

Bimbinglah aku sepanjang hari ini;

arahkanlah pikiran dan budiku,

jangan sampai akal merancang pikiran benci dan dendam,

tindakan marah dan cemburu, keinginan jahat dan mementingkan diri.

Jagalah lidah dan bibirku,

jangan sampai terucap kata yang menyakitkan hati,

kata yang kejam menusuk rasa,

kata yang tidak benar, kata yang menghina.

Tuntunlah tingkah laku dan perbuatanku,

supaya sepanjang hari ini aku bekerja sebaik baiknya,

tidak pernah jemu menolong sesama,

selalu ramah dan tahu terima kasih, menghayati iman dan

mengamalkannya dengan sekuat tenagaku.

Semua ini kami sampaikan kepada-Mu,

dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

Amin.

Makna Misa Harian Lengkap Jadwal Misa Harian Live Streaming Link Misa Harian Online

Doa Malam

Allah, Bapa di surga, aku berlutut di hadapan-Mu dan bersembah sujud kepada-Mu.

Aku mengucap syukur atas segala kemurahan-Mu, terlebih atas pemeliharaan-Mu pada hari yang lalu.

Terima kasih pula atas bimbingan-Mu terhadap pikiran, perkataan, dan perbuatanku sepanjang hari tadi.

Utuslah Roh Kudus menerangi budiku, supaya aku dapat mengetahui dosa-dosaku, dan berilah aku rahmat-Mu supaya aku dapat menyesalinya dengan sungguh.

Bapa, utuslah malaikat-Mu selalu melindungi, menerangi, membimbing dan menghantar aku. Sucikanlah jiwa ragaku, agar aku pun hidup suci seperti Maria yang dikandung tanpa noda.

Ya Bapa, berilah aku berkat-Mu, lindungilah aku terhadap segala yang jahat, dan bimbinglah aku kepada kehidupan yang kekal. [Amin]

Dan semoga orang yang sudah meninggal, khususnya …. beristirahat dalam ketentraman karena kerahiman Tuhan.

Amin.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved