Breaking News:

Polsek Sengah Temila Temukan 1 Titik Hotspot dari Aplikasi Lancang Kuning

Kapolsek Sengah Temila Ipda Yulianus Van Chanel mengatakan, pemerintah saat ini konsen dalam menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Anggota Polsek Sengah Temila saat mendatanggi titik hotspot 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Bhabinkamtibmas Polsek Sengah Temila Bripka Maryono memverifikasi satu titik api (Hotspot) yang tercantum dalam aplikasi lancang kuning.

Dalam kegiatan pengecekan dan memverifikasi titik api tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Sengah Temila bergerak dengan menggunakan Sepeda motor dinas.

Menuju titik api (Hotspot) yang terpantau melalui satelit, dan ditemukan satu lokasi lahan bekas terbakar sekitar 1 Ha, milik NI, warga Dusun Tonang Desa, Tonang, yang akan digunakan untuk berkebun dan api sudah padam.

Kapolsek Sengah Temila Ipda Yulianus Van Chanel mengatakan, pemerintah saat ini konsen dalam menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Karolin Margret Tinjau Langsung Pelaksanaan Vaksinasi Massal COVID-19 di Kabupaten Landak

"Iya kemarin anggota kita temukan satu titik hot spot, kita datanggi sudah padam, itu untuk berkebun dan hanya 1 HA," ujar Kapolsek dikonfirmasi pada Rabu 23 Juni 2021.

Kapolsek tidak lupa menghimbau kepada masyarakat yang membuka lahan dengan cara kearifan lokal, supaya memperhatikan hal-hal atau ketentuan.

Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 103 Tahun 2020 tentang Pembukaan Area Lahan Berbasis Kearifan Lokal, dan Peraturan Bupati (Perbup) Landak Nomor 36 tahun 2020 tentang tatacara pembukaan lahan pertanian berbasis kearifan lokal.

"Sehingga diharapkan dengan adanya Pergub dan Perbup ini, maka bisa mengakomodir pembukaan lahan oleh masyarakat secara tradisional,” ucap Kapolsek.

Dijelaskannya bahwa membuka lahan untuk ditanami varietas lokal dan membuka lahan dengan cara membakar tidak lebih dari dua hektar per kepala keluarga," tambah Kapolsek.

"Kemudian untuk menghindari merembetnya atau menjalarnya api, membuat skat bakar. Kemudian pada saat membakar supaya warga masyarakat bergotong royong untuk menjaganya serta jangan lupa lapor kepada Kades setempat," pesan Kapolsek. (*)

(Simak berita terbaru dari Landak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved