Breaking News:

Info Stimulus

UMKM Mandiri Bantu Pelaku UMKM Naik Kelas

Sehingga bagaimana mengemas para pelakunya. Jadi ada klasifikasi UMKM, klasifikasi ultra mikro, dari jumlah aset, omsetnya. Jadi ada tahapannya

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Tribun
Dewan Pendiri UMKM Mandiri, Hj Dian Mardiani MS SH, dalam Triponcast, Selasa 22 Juni 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tribun Pontianak Official Podcast (Triponcast) edisi Bebincang Bisnis, mengangkat tema "UMKM Mandiri Bantu Pelaku UMKM Naik Kelas", Selasa 22 Juni 2021.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang merupakan singkatan dari UMKM, atau dalam khazanah ekonomi merujuk kepada usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-undang No. 20 tahun 2008.

Dewan Pendiri UMKM Mandiri, Hj Dian Mardiani MS SH, menjelaskan jika di bawah usaha mikro masih ada ultra mikro, yang telah ramai sejak puluhan tahun lalu, namun belum terorganisir dengan baik.

"Sehingga bagaimana mengemas para pelakunya. Jadi ada klasifikasi UMKM, klasifikasi ultra mikro, dari jumlah aset, omsetnya. Jadi ada tahapannya," tuturnya menjelaskan mengenai usaha Ultra Mikro.

Strategi Digital Marketing Untuk Para Pelaku UMKM Dalam Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Ia menceritakan jika kini UMKM menjadi trend, karena Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah menggalakkan UMKM agar para pelakunya dapat tetap eksis dan survive di tengah pandemi, khususnya di Kalbar.

Menurutnya, menjadi trend karena nama UMKM yang dimunculkan, namun pelakunya sudah ada puluhan tahun lalu, hanya belum terorganisir dengan baik, terutama pedangan yang ada di sekitar pasar, di kaki lima dan di jalanan.

"Saya memandang organisasi UMKM yang pusatnya di Jakarta, pelaku UMKM kecil ini belum tersentuh. Dia hanya terikat tersentuh oleh asosiasi pedagang pasar tradisional," jelasnya dalam Tribun Pontianak Official Podcast, Selasa 22 Juni 2021.

Ketika ditanya mengenai UMKM naik kelas, ia mengatakan jika kini banyak komunitas-komunitas yang mengurus organisasi UMKM.

Untuk pelaku UMKM agar bisa naik kelas, dagangannya harus memiliki kualitas, dan yang pertama yang dilakukan adalah mendata.

Mendata para pelaku usaha untuk sesuai dengan kluster. Misalnya kluster kuliner gorengan, kuliner kripik, dan kuliner makanan basah. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved