Pelaku Usaha Warkop di Pontianak Keluhkan Omzetnya Turun Drastis Selama PPKM

Kadang omzet tidak menyentuh Rp 1 juta dimana tidak sebanding dengan biaya operasional kita. Untuk gaji karyawan ada 20 an orang

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Pelaksanaan pemeriksaan swab test kepada pengunjung warung kopi Unlimited, di Jalan Reformasi Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Sabtu 24 April 2021 malam. okioki 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penerapan PPKM Mikro secara ketat merupakan salah satu upaya untuk menekan angka penyeberan covid-19 yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kota Pontianak.

Pada PPKM ini dilakukan pembatasan Kegiatan Masyarakat, seperti Pembatasan jam operasional tempat usaha hingga pukul 21.00 WIB saja.

Dengan diberlakukannya PPKM ini, tak sedikit pelaku usaha seperti warung kopi mengeluh lantaran omsetnya menurun.

Seperti yang telah disampaikan oleh Tanto selaku owner warkop Unlimited.

Adiwan Qodar Jelaskan Upaya Pelayanan BPJS Kesehatan Selama PPKM Mikro

Ia mengatakan, omzetnya turun secara drastis jika hanya dibuka sampai pukul 21. 00 saja.

"Kadang omzet tidak menyentuh Rp 1 juta dimana tidak sebanding dengan biaya operasional kita. Untuk gaji karyawan ada 20 an orang, belum lagi hitung listrik, air dan inet," ujarnya, Selasa 22 Juni 2021.

Ia mengatakan jika PPKM ini diperpanjang kemungkinan besar pihaknya akan memangkas setengahnya.

Hal tersebut terpaksa dilakukan mengingat biaya operasional atau kerugiannya tidak bisa ditanggung secara terus menerus.

"Soal cafe kita hanya mengharapkan malam baru ramai jam 20.30 baru ramai di jam 21.10 setiap hari polisi datang bubarin. Ini sangat pengaruh ke usaha kita, konsumen malas ke cafe lagi, karena jam nongkrong mereka harus terusik setiap kali ke cafe nyantai," ungkapnya.

Ia mengatakan, jikapun PPKM secara ketat ini berlanjut boleh-boleh saja, akan tetapi berikan kelonggaran terhadap jam operasional pelaku usaha.

"Kita hanya mengharapkan andai PPKM ini berlanjut, waktu tetap bisa buka sampai jam 11 atau 12 malam. Soal cafe kita bukan seperti cafe asiang di aming yang dari subuh-tutup ramai terus. Dan kami pihak warkop siap menjadi tempat vaksin untuk mendukung pemerintah mencegah penyebaran covid-19," ungkapnya.

Ia akui selama ini untuk penerapan protokol kesehatan secara ketat diterapkan, baik dari penyiapan fasilitas kesehatan dan lainnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved