OBAT Diabetes Alami Murah Aman & Mudah Dicari, Tanpa Efek Samping
Menjaga kestabilan gula darah normal menjadi kunci utama agar badan tetap selalu sehat meski mengidap diabetes.
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menjaga kestabilan gula darah normal menjadi kunci utama agar badan tetap selalu sehat meski mengidap diabetes.
Dari banyak cara mengendalikan gula darah, penggunaan obat alami dari tanaman herbal masih dipercaya oleh kebanyakan orang Indonesia sebagai terapi pendukung untuk diabetes.
Alasannya, bahan alami dipercaya lebih minim efek samping, murah, dan aman.
Lantas, tanaman herbal apa yang berpotensi menurunkan kadar gula darah penderita diabetes?
1. Ginseng
Ginseng terkenal di seluruh dunia berkat pamornya yang dipercaya mampu mengobati berbagai macam penyakit.
Akar tanaman ini sudah sejak ribuan tahun lalu digunakan untuk meningkatkan stamina.
(UPDATE berita tentang kesehatan DISINI)
• Cara Mengatasi Diabetes Tanpa Obat Ini Bisa Dicoba! Lakukan 9 Tips Mengobati Diabetes Tanpa Obat
Sebuah penelitian menemukan ginseng memiliki kandungan alami yang dapat digunakan sebagai obat herbal diabetes.
Senyawa alami dalam ginseng dilaporkan membantu mengatur penyerapan glukosa dalam tubuh sehingga mencegah gula darah melonjak tiba-tiba.
Penelitian lain yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Plants Research pun menunjukkan khasiat ginseng sebagai obat alami untuk diabetes.
Baik akar, buah, dan daun ginseng dari spesies Amerika maupun Asia sama-sama efektif membantu mengendalikan kadar gula darah.
Dari hasil penelitian, ginseng diketahui dapat menurunkan kadar gula darah puasa (GDP), gula darah dua jam setelah makan (GD2PP), dan gula darah selama 3 bulan terakhir (HbA1c).
Namun, besar efek penurunannya sangat bervariasi, tergantung jumlah senyawa aktif yang terkandung dalam masing-masing jenis ginseng.
Sebetulnya masih dibutuhkan lebih banyak penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas untuk memastikan efektivitas ginseng sebagai obat tradisional diabetes.
Sebelum mengonsumsi ginseng sebagai obat herbal untuk penyakit kencing manis, konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu.
2. Kunyit
Tidak cuma menjadi penyedap masakan, kunyit juga dianggap berpotensi sebagai obat diabetes alami untuk mengendalikan gula darah.
• Buah yang Boleh Dikonsumsi Penderita Diabetes untuk Menurunkan Gula Darah
Manfaat kunyit sebagai obat herbal diabetes didapat dari kandungan antioksidannya.
Dengan mengonsumsi obat tradisional ini, kadar gula darah pengidap diabetes bisa turun hampir 18% setelah mengonsumsi 300 mg kunyit dalam bentuk obat herbal per hari.
Studi lain pada jurnal Diabetes Care menunjukkan bahwa konsumsi 1,5 gram kunyit setiap hari selama 9 bulan mencegah perkembangan penyakit diabetes tipe 2 pada orang yang mengalami prediabetes.
Selain itu, kunyit juga terbukti dapat mencegah terjadinya komplikasi diabetes.
3. Kayu manis
Selanjutnya, ada kayu manis yang bisa Anda jadikan sebagai obat diabetes alami.
Rempah ini dipercaya menurunkan tingkat resistensi insulin, menurunkan kadar gula darah setelah makan, serta melawan peradangan karena dapat meningkatkan metabolisme glukosa.
Salah satu penelitian yang mendukung manfaat kayu manis untuk menurunkan gula darah adalah penelitian dari Journal Diabetes Science and Technology.
Dari penelitian didapatkan mengonsumsi kayu manis 1, 3 atau 6 gram per hari bagi penderita diabetes tipe 2 dapat menurunkan kadar gula darah dan risiko komplikasi diabetes yang berhubungan dengan darah tinggi dan jantung.
Tentunya, bukan berarti mengonsumsi kayu manis membuat Anda bebas mengonsumsi gula dan karbohidrat.
Anda tetap harus mengikuti aturan makan sehat khusus diabetes.
Penyebab Diabetes
Diabetes disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah ke dalam sel, sehingga glukosa menumpuk dalam darah.
Pada diabetes tipe 1, gangguan ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyerang virus atau bakteri berbahaya lainnya, malah menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin.
Akibatnya, tubuh kekurangan atau bahkan tidak dapat memproduksi insulin sehingga gula yang seharusnya diubah menjadi energi oleh insulin menyebabkan terjadinya penumpukan gula dalam darah.
Sedangkan pada diabetes tipe 2, tubuh bisa menghasilkan insulin secara normal, tetapi insulin tidak digunakan secara normal.
Kondisi ini dikenal juga sebagai resistensi insulin.
Gejala Diabetes
Pradiabetes atau diabetes tipe 2 biasanya tidak menunjukkan gejala pada awalnya.
Sementara itu, gejala atau ciri diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat.
Beberapa tanda dan gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 adalah:
- Meningkatnya haus
- Sering buang air kecil
- Rasa lapar yang ekstrem
- Turun berat badan tanpa sebab
- Kelelahan
- Pandangan kabur
- Luka yang lama sembuh
- Sering mengalami infeksi, seperti pada gusi, kulit, vagina
Diabetes tipe 1 dapat berkembang pada usia berapapun, biasanya muncul selama masa kanak-kanak atau remaja.
Diabetes tipe 2 tipe yang lebih umum dapat terjadi pada usia berapapun, walau lebih sering dialami orang yang berusia lebih dari 40 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/obat-diabetes-alami-murah-aman-mudah-dicari-tanpa-efek-samping.jpg)