Breaking News:

Khazanah Islam

Jam Berapa Sholat Dhuha dan Berapa Jumlah Rakaatnya? Jangan Lakukan Saat Waktu Dua Tanduk Syetan

Kenapa disebut tanduk syetan? Karena waktu matahari naik, datang syetan sampai setinggi tombak.................

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Sripoku/Anton
Ilustrasi Sholat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sholat Dhuha adalah salat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.

Waktu melaksanakan Sholat Dhuha adalah dimulai setelah matahari naik hingga mendekati waktu Sholat Dzuhur.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan, jika waktu syuruq atau saat matahari terbit mulai pukul 06.00, saat itu tak boleh Sholat.

''Waktu setinggi tombak ini disebut waktu dua tanduk syetan. Kenapa disebut tanduk syetan? Karena waktu matahari naik, datang syetan sampai setinggi tombak,'' katanya.

Bacaan Zikir dan Doa Wirid Setelah Sholat

Oleh karena itu, kita harus melewatkan sampai matahari setinggi tombak.

''Lewatkan sampai setinggi tombak. Setelah setinggi tombak, barulah boleh solat,'' papar Ustadz Abdul Somad.

Syekh Ali Jaber dalam ceramahnya merincikan waktu dimulainya Sholat Dhuha.

Menurut Syekh Ali Jaber, waktu terbit matahari adalah sekitar satu jam 40 menit dari azan subuh.

Jika azan Subuh pukul 04.00 WIB, maka matahari terbit pukul sekitar 05.45 WIB.

'Lalu kapan boleh Sholat Dhuha?

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved