Jatuh ke Sungai Usai Terperosok di Jembatan Gantung, Nenek Amistun Ditemukan Meninggal Dunia

Tim sar gabungan terdiri atas Pos Sar Sintang, Polsek Kota Baru, Puskemas Tanah Pinoh, dan TNI melakukan pencarian sejak tiga hari terakhir.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Amistun, (61) Lansia yang terjatuh akibat patahnya papan lantai jembatan gantung di Dusun Jaya Karya, Desa Madong Raya, Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, Senin 21 Juni 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Amistun, (61) Lansia yang terjatuh akibat patahnya papan lantai jembatan gantung di Dusun Jaya Karya, Desa Madong Raya, Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Senin 21 Juni 2021.

"Nenek Amistun ini berhasil ditemukan setelah tiga hari hilang, korban ketemu sekitar 6 Nm ( 10,8 KM )," kata Kepala Kantor SAR Pontianak, Yopi Haryadi.

Tim sar gabungan terdiri atas Pos Sar Sintang, Polsek Kota Baru, Puskesmas Tanah Pinoh, dan TNI melakukan pencarian sejak tiga hari terakhir.

BREAKING NEWS - Papan Jembatan Gantung di Melawi Patah, Lansia Terperosok dan Hilang di Sungai

Yopi mengatakan penemuan korban cukup jauh dikarenakan kondisi sungai saat ini yang berarus deras."Korban ini kami ( tim SAR gabungan ) temukan cukup jauh hal ini dikarenakan arus sungai yang deras sehingga korban terseret cukup jauh," jelasnya.

Nenek Amistun sendiri merupakan satu dari dua korban patahnya papan lantai jembatan gantung di Dusun Jaya Karya, Desa Madong Raya, Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi.

Cucu korban, Ferel yang juga turut dalam peristiwa nahas ini berhasil selamat. Sementara nenek Amistun baru ditemukan tiga hari berselang dalam keadaan meninggal dunia. (*)

(Update Informasi Seputar Kabupaten Melawi)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved