Breaking News:

PT AMP Selesaikan Pembayaran Gaji dan THR Para Karyawan

Pembayaran tersebut langsung dihadiri tiga orang perwakilan PT AMP Jakarta dan disaksiakan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar)

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Manajemen PT AMP Saat menyelesaikan keterlambatan pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) terhadap puluhan karyawannya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - PT Abhinaya Mitra Persada (APM) - Site Laman Mining yang berlokasi di Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat akhirnya menyelesaikan keterlambatan pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) terhadap puluhan karyawannya, Sabtu 19 Juni 2021.

Pembayaran tersebut langsung dihadiri tiga orang perwakilan PT AMP Jakarta dan disaksiakan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) wilayah Ketapang dan KKU Uti Ilmu Royen.

Saat dikonfirmasi, Uti Ilmu Royen membenarkan bahwa PT AMP sudah bertanggung jawab dan melakukan pembayaran hak - hak karyawan yang sebelumnya dilaporkan ke Pengawas Ketenagakerjaan.

"Penyelesaian hak - hak karyawan, seperti belum dibayarnya gaji bulan Januari hingga Maret dan THR pada prinsipnya sudah selesai. Perhitungan pembayaran upah dan pesangon juga sudah sesuai UMK Ketapang," kata Uti Royen, Minggu 20 Juni 2021.

Kawasan Taman Merdeka Ketapang Dijadikan Ruang Hijau Terbuka dan Pusat Kuliner

Adapun soal keterlambatan pembayaran THR menurutnya, bukan berupa denda yang ditetapkan pegawai pengawas. Melainkan dengan perhitungan secara musyawarah antara perwakilan PT AMP dan para pekerja.

"Untuk yang berkaitan dengan adanya beberapa kekurangan pembayaran hak pekerja, dipastikan akan dibayar oleh PT AMP. Dengan demikian, maka persoalan ini sudah selesai," tegasnya.

Walaupun sudah menyelesaikan hak karyawan, Uti Royen meminta agar PT AMP tidak mengulangi persoalan serupa, terutama mengenai upah atau gaji. Selain itu, perusahaan juga diminta harus mengukuti aturan - aturan yang berlaku.

(Update Informasi Seputar Kabupaten Ketapang)

"Saya harap kejadian serupa tidak terulang lagi. Jangan sampai setelah selesai masalah ini, muncul lagi masalah yang baru," harapnya.

Sementara, HO PT AMP Jakarta Kusnanto menjelaskan, keterlambatan pembayaran bukan karena unsur kesengajaan, tetapi perusahaan saat itu mengalami down dan belum ada dana masuk. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved