Breaking News:

Apresiasi Tanggung Jawab Perusahaan, Dewan Ketapang Minta Jangan Ada Pemecatan Karyawan

Meskipun sudah menunjukkan tanggungjawab, ia mengingatkan agar setelah persoalan selesai tidak adalagi masalah baru.

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Komisi II DPRD Ketapang, Uti Royden Top. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Ketua Komisi II DPRD Ketapang Uti Royden Top mengapresiasi PT AMP yang sudah bertanggung jawab pada pekerja dengan tetap mengikuti aturan.

Terlebih dikatakannya, perusahaan juga telah menjalankan notulen hasil RDPU Komisi II DPRD pada Kamis 10 Juni 2021 lalu.

"Hasil RDPU kemarin, salah satu poin kesimpulannya kita minta pembayaran harus sesuai UMK. Informasi yang kita dapat, mereka sudah bayar dan sesui UMK. Semoga aturan tetap terus dijalankan," pinta Uti Royden Top, Minggu 20 Juni 2021.

Meskipun sudah menunjukkan tanggungjawab, ia mengingatkan agar setelah persoalan selesai tidak adalagi masalah baru.

PT AMP Selesaikan Pembayaran Gaji dan THR Para Karyawan

Misalnya, pemberhentian kerja karyawan ataupun sikap perusahaan yang membuat pekerja tidak nyaman.

"Jangan sampai setelah ini ada karyawan yang dipecat ataupun diintimidasi perusahaan. Bila itu terjadi, Komisi II siap menerima laporan dan berada di garda terdepan membela para pekerja," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, PT Abhinaya Mitra Persada (APM) - Site Laman Mining yang berlokasi di Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat akhirnya menyelesaikan keterlambatan pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) terhadap puluhan karyawannya, Sabtu 19 Juni 2021.

Pembayaran tersebut langsung dihadiri tiga orang perwakilan PT AMP Jakarta dan disaksiakan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) wilayah Ketapang dan KKU Uti Ilmu Royen. (*)

(Simak berita terbaru dari Ketapang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved