Breaking News:

Polres Ketapang Sudah Amankan 37 Orang Terkait Premanisme

Diantaranya pelabuhan laut Sukabangun, pelabuhan milik swasta atau perusahaan serta di pelabuhan di Kecamatan Kendawangan.

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Nur Imam Satria
Wakapolres Ketapang Kompol Jonathan David Saat Mendampingi Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono Saat Diwawancarai Awak Media Beberapa Waktu Lalu. Foto Nur Imam Satria 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ketapang hingga saat ini telah mengamankan sebanyak 37 orang terkait premanisme di sejumlah tempat di Kabupaten Ketapang.

Hal itu dilakukan sejak adanya telegram dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Barat mengenai penanganan premanisme dan menindaklanjuti instruksi Kapolri untuk memberantas Pungli dan Premanisme.

"Mulai saat pelaksanaan operasi Pekat sampai dengan saat ini, Polres Ketapang sudah mengamankan terkait premanisme ada 37 orang yang dilakukan pembinaan dan pendataan," kata Wakapolres Ketapang Kompol Jonathan David, Kamis 17 Juni 2021 malam.

Jonathan mengungkapkan, terdapat sejumlah tempat yang rawan terjadinya aksi pungli dan premanisme di Ketapang.

Capaian Kinerja Bupati dan Wakil Bupati Ketapang Periode 2016-2021 Dinilai Baik

Tempat-tempat tersebut yakni di pusat perekonomian seperti di pasar ataupun pertokoan.

"Seperti di pasar rangga sentap, pasar baru, pasar lama jalan merdeka, pasar setan jalan gatot subroto, pasar Desa Sukabangun, pertokoan jalan R. Suprapto dan pertokoan di jalan D.I Panjaitan," ungkapnya.

Selain di pusat perekonomian seperti di pasar maupun pertokoan, lanjut Jonathan, pelabuhan juga termasuk tempat yang menjadi sasara Polres Ketapang dalam menumpas aksi pungli dan premanisme.

Diantaranya pelabuhan laut Sukabangun, pelabuhan milik swasta atau perusahaan serta di pelabuhan di Kecamatan Kendawangan.

"Di tempat hiburan malam juga kita lakukan penyisiran seperti di Cafe-cafe sepanjang jalan D.I Panjaitan dan Cafe di Terminal Payakumang. Ada juga jalan provinsi Tumbang Titi - Jelai Hulu yang kita anggap rawan aksi pungli dan premanisme," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Jonathan juga menegaskan akan memberi sanksi yang tegas jika ada anggotanya yang terlibat dalam aksi pungli maupun premanisme.

"Apabila ada oknum anggota yang terlibat akan ditindak sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Ketapang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved