Breaking News:

Maman Harap Efek Domino Positif dari Adanya Smelter Guna Serap Tenaga Kerja Lokal

"Jadi artinya apabila kita hanya mengharapkan PT BAI saja maka tidak akan signifikan untuk menyerap tenaga kerja lokal," katanya.

Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ramadhan
Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Kalbar, Maman Abdurahman. (RAM) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Anggota Komisi VII DPR RI, Dapil Kalbar, Maman Abdurahman, mengatakan bahwa implikasi dari pembangunan Smelter PT BAI di Mempawah sangat berpengaruh besar bagi perekonomian, baik masyarakat sekitar maupun seluruh Kalbar.

"Jadi hadirnya kami dari Komisi VII ke PT BAI sebenarnya dalam rangka mensupport percepatan pembangunan Smelter tersebut, karena implikasi ekonominya sangatlah besar," ujarnya Jumat 18 Juni 2021.

Dirinya juga menyampaikan, apa-apa saja yang menjadi kendala di lapangan harap segera dikomunikasikan untuk dicarikan solusinya bersama-bersama.

"Jadi sudah kita sampaikan juga kepada Dirut PT BAI, kalau ada masalah segera berkomunikasi, supaya kami dari DPR RI, bersama Bupati dan pemerintah Provinsi bisa mendorong untuk mensupport agar ini bisa terealisasi," katanya.

Maman Abdurahman Harap Pembangunan Smelter PT BAI di Mempawah Beroperasi 2023

Maman juga mengatakan, apabila Smelter tersebut terbangun, ada semangat besar terkait dampak yang akan diberikan terhadap ekonomi sekitar.

Selanjutnya Maman juga menjelaskan terkait lapangan kerja yang akan diserap nantinya, apabila hanya mengharap PT BAI saja maka tidak akan signifikan, mengingat tenaga kerja di PT BAI sendiri nantinya hanya ada sekitar 800-an pekerja.

"Jadi artinya apabila kita hanya mengharapkan PT BAI saja maka tidak akan signifikan untuk menyerap tenaga kerja lokal," katanya.

Untuk itu kata Maman yang harus dilakukan ialah dengan memanfaatkan dampak domino dari pembangunan smelter tersebut yakni dengan adanya Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di sekitar Smelter.

"Jadi nantinya kita buka, bahwa porsi Antam lebih besar iya memang, karena ada aksi korporasi dari BUMN. Namun harapan kita juga dibuka IUP-IUP swasta supaya nantinya juga dapat menyerap tenaga kerja," katanya.

Menurut Maman, tidak bisa soal penyerapan tenaga kerja hanya dibebankan kepada PT BAI saja. Maka dari itu harus ada IUP-IUP swasta di sekitaran Smelter nantinya.

"Harapan kita tentunya ada efek domino positif, kontraktor lokal masuk, terus tambang-tambang sekitar nantinya juga terbuka. Nah itu kan tenaga kerja semua yang terserap jadinya," ungkapnya.

Maman juga berharap support dari rekan-rekan media untuk membantu dari segi pemberitaan mengenai realisasi percepatan pembangunan smelter tersebut.

"Jadi kita harapkan juga bantuan rekan-rekan media untuk memberitakan progres pembangunan smelter ini, yang direncanakan selesai 2023 nantinya," tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Mempawah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved