Breaking News:

Fakultas Kehutanan Untan Gelar FGD Terkait Anggaran Penanaman Pohon untuk Se Kalbar

Lanjutnya, terkait Penanaman pohon dan rehabilitasi lahan merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan target tersebut.

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Fahutan) Pontianak mengelar Focus Group Discussion (FGD) terkait Analisis Alokasi Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) untuk Kegiatan Penanaman Pohon di Kalimantan Barat pada Jumat 18 Juni 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Fahutan) Pontianak mengelar
Focus Group Discussion (FGD) terkait Analisis Alokasi Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) untuk Kegiatan
Penanaman Pohon di Kalimantan Barat pada Jumat 18 Juni 2021 di Hotel Mercure Pontianak.

FGD terkait analisis alokasi APBD untuk kegiatan penanaman pohon ini dilatarbelakangi kegiatan penanaman pohon merupakan salah satu kegiatan pemerintah dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan upaya pengendalian risiko yang diakibatkan oleh dampak perubahan iklim.

Dekan Fahutan Pontianak Prof H Gst Hardiansyah menuturkan adanya keberadaan pohon dan pepohonan yang membentuk hutan berperanan di dalam menyerap karbondioksida dari atmosfir, menjaga daerah aliran sungai, mencegah erosi dan mempertahankan produktivitas lahan.

"Sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen meratifikasi Perjanjian Paris dan
target National Determined Contribution (NDC) melalui pengurangan emisi 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan bantuan pihak internasional," katanya Dekan Fahutan Pontianak.

BPBD Kota Pontianak Catat 96 Bangunan di Pontianak dan Sekitarnya Terbakar di 2021

Lanjutnya, terkait Penanaman pohon dan rehabilitasi lahan merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan target tersebut.

Pemerintah melakukan upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan melalui kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) untuk menjamin terjaganya daya dukung, produktivitas dan peranan hutan dan lahan dalam mendukung sistem penyangga kehidupan.

"Hal ini mengingat masih luasnya lahan kritis, yakni sampai tahun 2018 tercatat mencapai 13,35 juta ha yang tersebar di dalam dan luar kawasan hutan dan di berbagai fungsi hutan (KLHK 2019). Di Kalimantan Barat, berdasarkan SK 306/MENLHK/PDASHL/ DAS.0/7/2018, luas lahan kritis mencapai 1.015.631 ha atau 7,21%% dari seluruh wilayah DAS di provinsi ini. Penanaman pohon
atau rehabilitasi dengan pola vegetatif, termasuk yang dilakukan melalui pola hutan rakyat, reboisasi yakni baik murni atau agroforestry, penanaman hutan mangrove, pembangunan kebun bibit rakyat, persemaian permanen dan kegiatan terkait lainnya, merupakan upaya untuk menangani dan memulihkan lahan-lahan kritis," kata Gst Hardiansyah

Dan ia juga menjelaskan program dan kegiatan penanaman pohon tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalimantan Barat, terutama terkait dengan aspek-aspek pembangunan lingkungan, ketahanan bencana dan perubahan iklim.

Lanjutnya, terkait FGD ini untuk analisa alokasi APBD untuk kegiatan penanaman pohon dalam hal Perencanaan kebijakan, program dan kegiatan yang didukung oleh penganggaran yang memadai dan tepat sasaran sangat penting untuk memastikan tercapainya tujuan dari upaya mitigasi perubahan iklim, khususnya terpulihkannya lahan-lahan kritis dan terjaganya peran jasa lingkungan untuk lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

"Seperti kita ketahui Kegiatan penanaman pohon dan rehabilitasi lahan masih sangat tergantung pada pendanaan pemerintah baik dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun APBD. Maka dari itu, penting untuk memastikan efektivitas pelaksanaan anggaran tersebut agar tujuan dan target dari kegiatan penanaman pohon dan rehabilitasi
lahan dapat tercapai."ungkapnya

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved