Kisah Tim Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Mekanisme di lapangan, kami langsung menunjuk personil yang akan kami kerahkan untuk melaksanakan pemakaman.

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Kompi Kavaleri (Kikav) 12 Macan Dahan Cakti (MDC) saat sedang memakamkan Pasien Covid-19 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kompi Kavaleri (Kikav) 12 Macan Dahan Cakti (MDC) memiliki tim pemakaman jenazah pasien Covid-19. Tim ini terbentuk sejak bulan April 2020 hingga saat ini, dan senantiasa siaga untuk melakukan pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Saat ini terdapat 40 personel Kikav 12 MCD yang tergabung dalam tim pemakaman tersebut. Mereka dibagi dalam dua regu, yang masing-masing beranggotakan 20 personel.

Dalam setiap regu, terbagi menjadi enam orang pembawa jenazah, dua orang pengemudi kendaraan taktis , empat orang petugas disinfeksi, dan delapan lainnya sebagai satuan pengaman.

Tim pemakaman ini sudah terlatih karena sebelumnya dibekali pemahaman teknis maupun non teknis terkait protokol pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Bentuk Tim Pemakaman Pasien Covid-19 Garry : Tim Kikav Pernah Makamkan Tengah Malam

Untuk lebih mengenal tim ini, Tribun Pontianak berkesempatan melangsungkan Wawancara Eksklusif bersama Komandan Kompi Kavaleri XII MDC, yakni Lettu Kav Vincentius Garry dan Letda Kav Sigit.

Berikut kutipan wawancaranya.

Tribun: Pembentukan tim pemakaman ini atas inisiatif siapa? Bisa diceritakan awal mulanya?

(Simak  berita terbaru dari Pontianak)

Garry: Sudah pasti tugas TNI adalah membantu masyarakat, sehingga kami pada tahun 2020 tepatnya dibulan April, di awal pandemi Covid 19 sudah mulai masuk ke Indonesia, Pangdam XII Tanjungpura memerintahkan seluruh satuan jajaran Kodam XII Tanjungpura untuk membentuk suatu tim satgas Covid 19.

Dalam hal ini Kikav 12 mendapatkan tugas dan tanggung jawab sebagai tim pemakaman di wilayah Garnisun Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Jadi untuk inisiator ataupun penggagas pembentukan satgas ini adalah bapak Panglima Kodam XII Tanjungpura.

Tribun: Bagaimana proses pemilihan menjadi anggota tim, apakah dengan penunjukan atau melalui seleksi?

Garry: Mekanisme di lapangan, kami langsung menunjuk personil yang akan kami kerahkan untuk melaksanakan pemakaman.

Tentunya yang pertama kita yakinkan pada personil, bahwa mereka dalam keadaan sehat, jika mereka merasa tidak fit atau kurang enak badan, tentunya akan kami ganti dengan personil kami yang lain.

Kemudian kita tunjuk personil-personil yang sudah melaksanakan pelatihan di Kompi kami, sehingga pada saat terjun ke lapangan mereka sudah benar-benar siap dari segi mental, ilmu pengetahuan, maupun fisik, dia sudah siap untuk terjun langsung ke lapangan.

Jadi kondisi mereka dalam keadaan sehat walafiat, dan personil yang kami tunjuk adalah personil-personil yang sudah menerima pelatihan dan penataran dari tenaga medis yang sudah memberikan ilmunya kepada satuan kami.

Tribun: Apakah jumlah personel di dalam tim bisa bertambah atau berkurang sesuai kebutuhan di lapangan?

Garry: Untuk berkurang dan bertambahnya, bergantung dari situasi di lapangan. Jika sesuai dengan SOP, kita tetap menyiapkan 40. Namun apabila di lapangan terjadi seperti penolakan dari masyarakat, atau mungkin ada pihak keluarga yang tidak kooperatif yang memerlukan tambahan personil, ataupun anggota, kami selalu siap.

Tribun: Bagaimana perasaan anda ketika memakamkan pasien Covid 19 ini?

Sigit: Kita selalu siap dan tidak ada perasaan-perasaan takut dan lainnya. Biasa saja, kemudian kita sudah biasa melaksanakan pemakaman. Jadi bukan lagi hal yang menakutkan bagi kami.

Kemudian anggota yang melaksanakan juga sudah pasti adalah orang yang terlatih dan sebelum berangkat, kami juga sudah pastikan mereka sehat. Kalau tidak sehat, akan kita ganti dengan personil lain.
Harapannya pada saat pelaksanaan tidak membahayakan kepada prajurit.

Tribun: Bagaimana alurnya ketika ada pasien Covid-19 meninggal sampai ditangani oleh tim pemakaman?

Garry: Rumah sakit dalam hal ini Kartika Husada, apabila ada jenazah pasien Covid-19, pihak rumah sakit langsung menghubungi kami sebagai pendahuluan informasi, bahwasanya ada jenazah pasien Covid-19 yang harus dimakamkan, kemudian dari pihak rumah sakit juga melaporkan hal tersebut ke komando atas, kemudian komando atas langsung memerintahkan kami untuk langsung terjun ke lapangan mempersiapkan personil ataupun materil yang dibutuhkan untuk proses pemakaman tersebut.

Proses pemakaman jenazah pasien Covid-19, memiliki prosesi yang berbeda dengan pemakaman jenazah pada umumnya. Dari proses yang pertama adalah saat jenazah pasien Covid-19 berada di ruang isolasi, otomatis dari pihak rumah sakit langsung melaksanakan proses persiapan pemakaman, setelah itu memasukkan jenazah ke dalam peti khusus yang memang sudah disiapkan untuk pasien Covid-19, dan seluruhnya menggunakan APD lengkap termasuk petugas yang memandikan kemudian anggota kami yang mengangkat dari tempat jenazah ke peti itu menggunakan APD lengkap, setelah dimasukkan ke ambulans pun anggota kami yang sudah mengangkat jenazah langsung melaksanakan penyemprotan disinfektan di luar ambulans, sebelum kita bergerak ke pemakaman.

Setelah itu kami bergerak ke pemakaman yang disetujui oleh pihak keluarga dan saat tiba di makam kami langsung menurunkan jenazah, dan langsung membagi dua tim, ada tim pemakaman dan tim pengamanan.

Dan untuk tim pemakaman langsung bertugas mengangkat peti jenazah dan melangsungkan prosessi pemakaman hingga menguburkan, dan untuk tim pengamanan, bertugas mengamankan wilayah di sekitar makam, apabila ada pihak keluarga yang mau mendekat, kita batasi dalam artian untuk memberikan keamanan untuk pihak keluarga. Begitu prosesi selesai, dilanjutkan oleh ibadah ataupun berdoa oleh pihak keluarga setelah itu anggota kami kembali dan tetap melakukan penyemprotan disinfektan kepada anggota kami, terutama tim pemakaman.

Kami kembali ke Kompi, di Kompi pun kami tetap melaksanakan sesuai prosedur penyemprotan disinfektan, baik ke personil kami ataupun ke kendaraan yang kami gunakan. Untuk APD yang kita gunakan langsung dibakar di tempat yang sudah disediakan.

Untuk anggota kami, langsung melaksanakan pembersihan setelah itu melaksanakan isolasi mandiri, untuk mengantisipasi ataupun mencegah penularan virus covid 19

Tribun: Adakah peran keluarga ketika melangsungkan pemakaman pasien Covid-19 ini ?

Sigit: Ada, peran keluarga hanya sebatas mengazankan sebelum jenazah ditutup dengan tanah. Untuk prosesi menurunkan jenazah dan menguburkan tidak boleh dilakukan oleh keluarga dan harus kami.

Untuk keluarga yang mengazankan pun diberi jarak yang sesuai dengan protokol kesehatan, kurang lebih 10 meter, dan hanya yang mengazankan saja yang boleh mendekat. Keluarga baru boleh mendekati makam setelah tim pemakaman kembali, karena kita kontak langsung dengan jenazah.

Tribun: Sejauh ini apa tantangan yang dihadapi di lapangan?

Sigit: Untuk tantangannya tidak ada, hanya misalnya dari pihak keluarga tidak kooperatif dan tidak mengerti protokol Kesehatan. Namun sejauh ini belum ada yang sampai ekstrim. Kita beri penjelasan Alhamdulillah pihak keluarga mengerti.

Tribun: Tim pemakaman ini tentunya juga rawan terpapar virus Covid-19. Apa yang dilakukan untuk menjaga diri dari paparan virus corona?

Sigit: Untuk menjaga diri agar tidak terkena virus ini, kita harus menjaga imunitas tubuh, agar selalu sehat, melaksanakan olahraga kemudian minum vitamin dll.

Kemudian pada saat pelaksanaan prosesi pemakaman juga kita melaksanakan protokol kesehatan dengan benar sebelum dan sesudahnya. Seperti yang diajarkan atau yang dilatihkan dari tenaga kesehatan kepada kami sebelum terbentuknya tim ini. Dan setidaknya kami telah berusaha untuk meminimalisir agar tidak tertular Covid-19.

Tribun: Apakah ada pembatasan interaksi setiap personel dengan keluarganya?

Garry: Setelah tim kami selesai melangsungkan prosesi pemakaman dan pembersihan diri maupun kendaraan dll, anggota melaksanakan isolasi mandiri. Dan kita pantau kondisinya kurang lebih 1 Minggu, apabila tidak ada kendala, kita yakin mereka sehat, setelah itu mereka baru bisa berinteraksi dengan orang lain.

Tribun: Melihat perkembangan kasus Covid-19, apa pesan yang bisa disampaikan kepada masyarakat?

Sigit: Saya mengajak kepada masyarakat sekalian untuk selalu mematuhi protokol Kesehatan yang ada, kemudian selalu berpikir positif, mari kita sama-sama laksanakan aturan yang diterapkan pemerintah tentang bagaimana cara memberantas Covid 19 ini, dimulai dari kita sendiri dulu, lalu Inshaallah nanti kedepannya Covid 19 ini akan segera berakhir. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved