Breaking News:

Panen Gagal, Penambak Ikan Harap Air Sungai Kembali Seperti Sedia Kala

Jika ditotalkan, satu tambak bisa saja mengalami kerugian hingga 12 juta rupiah. Jika satu tambak menghabiskan pakan 20 karung.

Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Marpina Sindika Wulandari
Kondisi ikan di tambak yang mati akibat air sungai Sekadau tercemar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Alami gagal panen, pembudidaya ikan air tawar di Sekadau harap kualitas air sungai Sekadau dapat kembali bagus seperti sedia kala, Senin 14 Juni 2021.

Zulkifli, ketua kelompok Mekar (tambak ikan) Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar mengatakan dampak tercemarnya air sungai Sekadau sudah mulai dirasakan kelompoknya sejak 5 bulan terakhir.

Tercemarnya air sungai Sekadau tersebut diperkirakan akibat aktivitas Peti di hulu sungai Sekadau.

"Semenjak timbulnya tambang emas ini, air keruh, dari situlah bisa dibilang kami mengalaminya usaha gagal," ujarnya.

Pembudidaya Ikan Gagal Panen Akibat Air Sungai Tercemar, DKP3 Sekadau Masih Telusuri Penyebabnya

Diceritakannya, pada awal mula mengalami kegagalan panen tersebut masih dianggap wajar. Namun lama kelamaan gagal panen dirasa semakin parah dan merugikan pembudidayaan.

"Ya gagal di awal kan di anggap biasa. Lama kelamaan di selidiki dari peti," Ungkap Zulkifli.

Kondisi ikan di tambak yang mati akibat air sungai Sekadau tercemar
Kondisi ikan di tambak yang mati akibat air sungai Sekadau tercemar (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Marpina Sindika Wulandari)

Kerugian yang dialami pun tidak hanya dalam bentuk gagal panen, tetapi pakan, tenaga dan waktu juga mengalami kerugian.

Jika ditotalkan, satu tambak bisa saja mengalami kerugian hingga 12 juta rupiah. Jika satu tambak menghabiskan pakan 20 karung.

"Sekarang kita tidak bisa menebar bibit baru di keramba karena kondisi air yang keruh, ikan tidak mampu beradaptasi. Dari bibit, sampai dua bulan akan sulit beradaptasi. Di usia ikan 3 bulan biasanya mati karena korengan, minimal kita isi 2000 ekor satu tambak. Yang dipanen 500 ekor, kerugian lumayan banyak, bagi 3 hitungannya," paparnya

Dengan kerugian sebesar itu, pihaknya pun tidak menuntut banyak dari pemerintah. Melainkan hanya ingin air sungai Sekadau kembali seperti sedia kala, jernih dan bisa digunakan kembali.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved