Breaking News:

Polnep Gelar Pembekalan Mahasiswa, Berikan Materi Jaga Keutuhan Nasionalisme Lewat Toleransi

Perguruan Tinggi merupakan tempat yang sangat tepat untuk dapat mencerdaskan generasi bangsa agar mewaspadai tentang bahaya ancaman-ancaman terorisme

Editor: Nina Soraya
Tribunpontianak.co.id/Istimewa
Pudir III Politeknik Negeri Pontianak Dede Irawan bersama mahasiswa foto bersama usai kegiatan pembekalan mahasiswa dengan tema kegiatan “Menjaga Keutuhan Nasionalisme Dengan Mengedepankan Toleransi.” 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Politeknik Negeri Pontianak melakukan kegiatan Pembekalan Bagi Mahasiswa yang berlangsung di Ruang Rapat Pudir III, Lantai 3 Gedung Politeknik Negeri Pontianak, Jumat 11 Juni 2021.

Pembekalan materi yang disampaikan dan sekaligus sesuai dengan tema kegiatan “Menjaga Keutuhan Nasionalisme Dengan Mengedepankan Toleransi.”

HMKM Bersinergi Bersama OKP Melawi Gelar Berbagi Takjil Sebagai Bentuk Toleransi Antar Umat Beragama

Pembantu Direktur atau Pudir III Politeknik Negeri Pontianak Dede Irawan mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan dalam rangka mencegah masuk dan berkembangnya pemahaman ideologi anti Pancasila.

Karena yang demikian bisa mengarah pada sikap intoleransi di kalangan Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak. Makanya ini dilakukan untuk penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Dwi Harap Laboratorium Molekuler Milik Polnep Jadi Rujukan Sampel DNA Satwa Aquatik

“Perguruan Tinggi merupakan tempat yang sangat tepat untuk dapat mencerdaskan generasi bangsa agar mewaspadai tentang bahaya ancaman-ancaman terorisme. Karena satu di antara penyebab maraknya paham radikalisme adalah karena rendahnya kemampuan literasi masyarakat Indonesia,” ungkap Dede Irawan.

Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa gerakan radikal di Indonesia seringkali mengatasnamakan agama. Hal tersebut pun sudah berlangsung cukup lama.

GMKI Bengkayang Harap Pihak Kepolisian Usut Tuntas dan Tindak Paham Terorisme di Indonesia

“Misal dalam kasus terorisme, karena pelakunya seorang muslim, maka timbul stigma di masyarakat bahwa terorisme identik dengan Islam. Namun, sebenarnya stigma tersebut salah sebab Islam tidak mengajarkan demikian dimana hal tersebut bukan hanya menjadi permasalahan nasional, tetapi radikalisme menjadi permasalahan global,” papar Dede Irawan.

Keberatan Islam Dikaitkan Terorisme, Kapolri Listyo Sigit Prabowo: Tidak Ada Agama Mengajarkan

Dia berharap mahasiswa dapat memilah-milah informasi dengan cerdas dan tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum jelas valid atau tidaknya.

Serta tidak terlibatnya mahasiswa dalam kelompok radikal sehingga kedepannya tidak merugikan bagi dirinya sendiri.

“Untuk itu penanaman ideologi Pancasila dan pendekatan agama dikampus menjadi faktor penting,” ujarnya.

IPW Minta Jajaran Kepolisian Waspadai Manuver Kelompok Radikal

Kegiatan tersebut dihadiri 20 peserta dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di Politeknik Negeri Pontianak.

Di antaranya Sekretaris Umum HMJ IKP, Ketua HMJ TE, Wakil HMJ TP, Bendahara UKM PIK, Ketua HMJ TME, Kadiv Kepsos HMJ AK, BEM Polnep ( Kepala Departemen Mutu Mahasiswa).

PPM Polnep di Badau Pasang Antena Repeater, Ini Fungsinya

Lalu ada Ketua UKM Panahan, Wakil BKMK AK, Ketua MAPA, Ketua KSR, Kadiv Internal UKM IPTEK, Ketua UKM JC, Presma Polnep, Ketua UKM Catur, Ketua HMJ TA, Ketua HMJ TS, Ketua KPR ( Komisi Pemilihan Raya ), Ketua MPM.

Kegiatan pembekalan materi ini diakhiri dengan dekralasi untuk mendukung segala kebijakan pemerintah dan menolak pemahaman yang bertentangan dengan Idelogi Pancasila.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved