Breaking News:

Anggota DPRD Pontianak Harap Ada Kelonggaran untuk Pelaku Usaha Pada Momen Piala Euro

Namun, karena angka penyeberan covid-19 di Kota Pontianak terus meningkat sehingga Pemerintah Kota Pontianak mengambil kebijakan untuk Memberlakukan P

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pengunjung meramaikan pesta bola Tribun Pontianak di Cafe Sentul, Jalan MT Haryono, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (7/7/2018) malam. Pengunjung antusias meramaikan pesta bola Tribun Pontianak. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Momentum Piala Euro menjadi salah satu momen empat tahun sekali yang dinantikan oleh para pecinta sepak bola di seluru dunia dan termasuk di Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.

Pada momentum ini biasanya masyarakat kota Pontianak menyaksikan bersama-sama atau nobar di warung kopi.

Untuk itu, pada momentum ini tidak hanya ditunggu oleh masyarakat atau pencinta sepakbola, namun juga oleh para pelaku usaha seperti warung kopi.

Dimana pada momentum ini merupakan salah satu momen untuk meningkatkan penghasilan pelaku usaha terkhusus bagi pelaku usaha warung kopi.

Namun, karena angka penyeberan covid-19 di Kota Pontianak terus meningkat sehingga Pemerintah Kota Pontianak mengambil kebijakan untuk Memberlakukan PPKM secara ketat.

Dimana untuk jumlah pengunjung dibatasi hanya 50 persen dari ruangan yang ada dan juga untuk jam operasional dibatasi sampai pukul 21.00 WIB saja.

Satgas Covid-19 Kota Pontianak Berlakukan PPKM Secara Ketat

Anggota DPRD Kota Pontianak, Lutfi Almutahar berharap Pemerintah Kota Pontianak memberikan kelonggaran saat momen Piala Euro ini. Hal tersebut dinilainya lantaran pads momen inilah potensi untuk meningkatkan perekonomian bagi pelaku usaha.

"Kita berharap ada kelonggaran, karena dalam momen ini banyak pelaku usaha gelar nobar. Pendapatan warung kopi atau cafe bisa meningkat," katanya.

Kendati demikian, ia juga mengatakan agar masyarakat bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat

"Masyarakat yang menonton harus patuh protokol kesehatan. Pelaku usaha juga harus ketat ya," ungkapnya

"Kita harapkan masyarakat dan pelaku usaha jangan hanya mau nobar saja. Tapi harus terapkan protokol kesehatan ketat," tambah Lutfi.

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Lebih lanjut, dikatakannya, bahwa momen Piala Euro kali ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya pelaku usaha.

"Sehingga potensi pendapatan pelaku usaha bisa meningkat. Kita akan dorong agar nobar tetap diperbolehkan. Tapi ingat pelaku usaha dan masyarakat yang mau nobar harus benar-benar taat. Jangan mentang-mentang mau nonton bola dan jika dibolehkan badan sakit pun nonton," lanjutnya.

"Kalau masyarakat dan pelaku usaha saling mendukung, maka pelaksanaan event-event seperti ini bisa berjalan dengan baik," ungkapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved