Breaking News:

Sepekan Hilang di Kebun Sawit, Bocah 10 Tahun di Ambawang Kalimantan Barat Ditemukan Meninggal Dunia

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya AKP Jatmiko menyampaikan, Korban ditemukan oleh seorang warga desa bernama Yeski (34) yang hendak mencari sarang lebah

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Proses evakuasi jasad bocah 10 tahun di Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya Kalbar yang ditemuka meninggal dunia usai hilangg selama sepekan di Kebun Sawit. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Setelah dilaporkan hilang sejak 4 Juni 2021 siang di area perkebunan Sawit, bocah laki - laki bernama Feri (10) warga dusun meranti, Desa Puguk Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu 12 Juni 2021 pukul 09.30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya AKP Jatmiko menyampaikan, Korban ditemukan oleh seorang warga desa bernama Yeski (34) yang hendak mencari sarang lebah di area kebun kelapa sawit, tak jauh korban terlihat terakhir sepekan lalu.

Kepada petugas kepolisian, Yeski menceritakan bahwa pada Jumat 11 Juni 2021 ia melihat Kumpulan Lebah ke arah hutan, sehingga membuatnya berniat mengajak teman - temannya untuk mencari madu lebah tersebut.

MIRIS Oknum Kades di Kubu Raya Diduga Lakukan Kejahatan Seksual Terhadap Pelajar di Kebun Sawit

Pada hari Sabtu 12 Juni 2021 pukul 08.45 wib, Yeskipun  pergi ke hutan mencari sarang lebah madu itu sesuai rencananya.

Saat tiba dilokasi, ia kembali melihat kerumunan lebah namun tidak ada akses jalan, sehingga Saksi  pun berkeliling mencari cara menuju sarang lebah itu.

Saat memeriksa sekeliling, Yeski melihat terdapat semak membentuk terowongan, saat ia Saksi  mencoba masuk dan dengan jarak sekitar 50 meter Saksi melihat ada sosok anak laki - laki dengan posisi tertelungkup/miring dikubangan air.

"Melihat kejadian tersebut, saksi mengaku sempat tidak percaya dan menampar pipinya dan kemudian Saksi  memanggil warga yang berada disekitar lokasi yang pada saat itu sedang ke ladang,"ungkap AKP Jatmiko.

Kemudian pihak pemerintahan Desa Puguk menghubungi kepolisian yang sejak hari Sabtu tanggal 05 Juni 2021 melakukan pencarian korban.

Atas peristiwa tersebut, dikatakan AKP Jatmiko pihak keluarga menolak untuk dilakukan Visum Et Repertum dan Autopsi, pihak keluarga telah ikhlas sepenuhnya atas kepergian korban, dan jasad korban pun dimakamkan pada hari ini. (*)

(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved