Breaking News:

Presiden Instruksikan Tumpas Kejahatan Jalanan, Polda Kalbar Ringkus 638 Tersangka

'"Jumlah tersangka kejahatan jalanan meliputi curas, Jambret, pemalakan, pemerasan pengancaman, sejumlah 638 tersangka itu untuk seluruh jajaran Polda

Penulis: Ferryanto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Konferensi pers yang di gelar Polda Kalbar terkait penumpasan kejahatan jalanan di Kalbar, Jumat 11 Juni 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menindak Lanjuti intruksi Presiden Joko Widodo kepada Kapolri yang mengintruksikan untuk menumpas berbagai tindak kejahatan jalanan.

Menindaklanjuti hal tersebut, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar merilis hasil penindakan kejahatan Jalanan selama setengah tahun di 2021 terakhir yang dilakukan Polda Kalbar dan Jajaran.

Dalam kurun waktu Januari hingga Juni, seluruh Jajaran Polda Kalbar sudah meringkus 638 tersangka dari berbagai tindak kejahatan jalanan.

Hal tersebut diungkapkan saat konferensi pers di Mapolda Kalbar oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombespol Luthfie Sulistiawan didampingi Kabid Humas Polda Kalbar Kombepol Donny Charles Go dan Kasat Reskrim Polresta Pontianak AKP Rully Robinson Polii, Jumat 11 Juni 2021

'"Jumlah tersangka kejahatan jalanan meliputi curas, Jambret, pemalakan, pemerasan pengancaman, sejumlah 638 tersangka itu untuk seluruh jajaran Polda Kalbar, yang dilakukan pembinaan sebanyak 106 orang,"ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombespol Luthfie Sulistiawan,

Kapolda Kalbar Kunjungi Polres Landak, Ini Arahan yang Disampaikan

Kombespol Luthfie menjelaskan, korban dari kejahatan jalanan selalu acak dan menyasar masyarakat kecil dan sangat mengganggunya stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat, oleh sebab itu Kejahatan Jalanan menjadi antensi.

Pada kesempatan ini, Dirkrimum Polda Kalbar itupun mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan 8 orang pelaku tindak pidana premanisme yang ada di Kota Pontianak dan sekitarnya.

""Kita juga melakukan penangkapan terhadap para pelaku premanisme pemalakan, dimana mereka meminta sejumlah uang kepada pengemudi jasa Speedboat, dimana satu penumpang mereka bisa minta 10 -15 ribu rupiah,"ujarnya.

Kombepol Luthfie menegaskan pihaknya akan terus memberantas berbagai tindak kejahatan yang ada di Kalimantan Barat tanpa pandang bulu.

Khusus dari Ditreskrimum Polda Kalbar, ia mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tim reaksi cepat untuk menanggapi laporan dari masyarakat yang menjadi korban tindak pidana.

Ia berpesan, untuk tidak ragu melapor bila menjadi korban tindak pidana kejahatan, ditegaskan korban tindak pidana akan dilindungi dan tidak akan dipunggut biaya sedikitpun. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved