Breaking News:

Penyulam Kalengkang Sudah Langka, Syarifah Aisyah Asegaf Harap Kalengkang Lestari Kembali

Program belajar menyulam Kalengkang ini pun sangat diminati masyarakat Kota Pontianak, puluhan warga terlihat sangat antusias mengikuti tahapan demi t

TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Syarifah Aisyah Asegaf penyulam Kalengkang di Pontianak yang mengajar peserta Menyulam Kalengkang di Museum. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penyulam Kalengkang Pontianak Syarifah Aisyah Asegaf mengapresiasi Museum Provinsi Kalimantan Barat yang menyelenggarakan kegiatan belajar bersama di Mesum dengan tema Menyulam Kalengkang.

Ia menilai, dengan program tersebut dapat membantu melestarikan Sulam Kalengkang yang saat ini sudah mulai langka, baik dari sisi bahan maupun penyulam.

Kalengkang sendiri merupakan kain bermotif sulaman dengan benang khas yakni Benang Kalengkang yang memiliki warga kuning emas serta bentuk sedikit pipih, kain ini merupakan ciri khas masyarakat Pontianak, yang biasa digunakan oleh kalangan Kesultanan Pontianak.

Program belajar menyulam Kalengkang ini pun sangat diminati masyarakat Kota Pontianak, puluhan warga terlihat sangat antusias mengikuti tahapan demi tahapan belajar menyulam Kalengkang ini di Museum Provinsi Kalbar.

Dengan menerapkan protokol kesehatan Covid 19 ketat, para peserta yang diberikan satu bahan kain yang sudah bermotif tampak begitu konsentrasi memasukan benang mengikuti alur motif yang ada.

Museum Provinsi Kalbar Gelar Belajar Menyulam Kalengkang Yang Mulai Langka

Belajar menyulam Kalengkang ini akan dilangsungkan hingga satu bulan kedepan dan terbuka untuk umum, dengan jadwal setiap pekan yakni hari Selasa, Rabu, dan Kamis.

Syarifah Aisyah Asegaf yang menjadi pengajar pada program ini menceritakan asal mula Kain Sulam Kalengkang ini.

Dahulu, kain sulam Kalengkang hanya digunakan Sultan dan keluarga, dengan berkembangnya jaman, banyak masyarakat Kota Pontianak yang menyukai kain tersebut, lalu kain Kalengkang pun menyebar ke berbagai daerah Kalbar.

Saat ini, Kain Kalengkang banyak digunakan sebagai hiasan pada pakaian pengantin, pengantar hantaran, pelaminan, serta hiasan lainnya.

Motif dari sulam Kalengkang saat ini cukup banyak karena menyesuaikan jaman, namun untuk motif khas masyarakat Melayu Pontianak yakni yang berhubungan dengan tumbuhan, seperti diantaranya pucuk rebung, kembang atau bunga, Padang terbakar dan masih banyak lagi.

Ia menyadari, saat ini penyulam Kalengkang di Kalbar sudah cukup jarang, dinilainya hal tersebut karena bahan baku yang sulit didapat serta butuh ketelitian dan ketekunan dalam menyulam menggunakan benang Kalengkang, tidak seperti menyulam menggunakan benang biasa.

"Menyulam Kalengkang itu tangan harus sering dilap, karena benang emas Kalengkang ini sensitif, lalu proses menyambung benang Kalengkang dengan benang biasa juga harus teliti karena benang Kalengkang ini mudah kusut, benang ini tidak bisa diikat,"paparnya.

Ia berharap, dengan ada program ini, kain sulam Kalengkang akan semakin banyak orang yang bisa menyulam Kalengkang, sehingga Kain Kalengkang akan terus lestari. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Penulis: Ferryanto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved