Breaking News:

Museum Provinsi Kalbar Gelar Belajar Menyulam Kalengkang Yang Mulai Langka

Program belajar menyulam Kalengkang ini pun sangat diminati masyarakat Kota Pontianak, puluhan warga terlihat sangat antusias mengikuti tahapan demi t

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Program Kegiatan Belajar di Museum, Belajar Menyulam Kalengkang di Museum Provinsi Kalbar, Kamis 11 Juni 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam rangka melestarikan kebudayaan lokal Kalimantan Barat, Museum Provinsi Kalimantan Barat menggelar sejumlah program yang bertajuk belajar di bersama museum.

Program belajar yang pertama di laksanakan yakni belajar menyulam Kalengkang.

Kalengkang sendiri merupakan kain bermotif sulaman dengan benang khas yakni Benang Kalengkang yang memiliki warga kuning emas, kain ini merupakan ciri khas masyarakat Pontianak, yang biasa digunakan oleh kalangan Kesultanan Pontianak.

Program belajar menyulam Kalengkang ini pun sangat diminati masyarakat Kota Pontianak, puluhan warga terlihat sangat antusias mengikuti tahapan demi tahapan belajar menyulam Kalengkang ini di Museum Provinsi Kalbar.

Dengan menerapkan protokol kesehatan Covid 19 ketat, para peserta yang diberikan satu bahan kain yang sudah bermotif tampak begitu konsentrasi memasukan benang mengikuti alur motif yang ada.

Belajar menyulam Kalengkang ini akan dilangsungkan hingga satu bulan kedepan dan terbuka untuk umum, dengan jadwal setiap pekan yakni hari Selasa, Rabu, dan Kamis.

Peringati Hari Kebangkitan Nasional PMKRI Sungai Raya Kunjungi Museum Kalbar

"Untuk Kalengkang sendiri merupakan kain khas Keraton Kadriah, dari Kesultanan Pontianak, yang biasa juga dikenakan pada pakaian raja - raja, keluarga kerajaan, serta beberapa aksesoris berbahan kain menggunakan kalengkang,"tutur Kepala UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat Kusmindari Triwati, Kamis 10 Juni 2021.

Ia menjelaskan, saat ini di Kalimantan Barat pengrajin Kain Kalengkang sudah sangat jarang, dan dapat dikatakan cukup langka, oleh sebab itu demi melestarikan kebudayaan khas kota Pontianak pihaknya menggelar program belajar menyulam Kalengkang ini.

Pada tahun sebelumnya, program serupa sudah digelar, melihat antusiasme warga yang mengikuti program ini sangat baik, program inipun dilanjutkan kembali.

"Untuk pemgrajinnya itu saat ini hanya ada di Kota Pontianak, dan kabupaten Sanggau, di keraton Sanggau dan Keraton Pontianak, itupun tidak banyak penyulamnya, hanya beberapa,"ujarnya.

Dalam menyulam Kalengkang, yang paling sulit dikatakan oleh Kusmindari ialah mencari bahan baku benang Kalengkang.

"Kalau sekarang ini, benangnya itu kita beli dari Singapura atau India, ini merupakan benang khusus yang tidak ada di Indonesia,"tuturnya.

Itulah satu diantara sebab, mengapa sulam Kalengkang saat ini sudah sangat jarang.

"Harapannya dengan menggelar program belajar sulam Kalengkang, kita bisa menghidupkan kembali penyulam di Kalimantan Barat, khususnya Pontianak. Dan dengan aktifnya penyulam, mudah mudahan benangnya semakin banyak di pasok ke Pontianak Kalbar," tuturnya berharap. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Penulis: Ferryanto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved