Breaking News:

Hari Maryadi Pastikan Ikan yang Dikonsumsi Masyarakat Aman dari Bahan Kimia dan Penyakit

Program ini, bertujuan untuk membangun partisipasi aktif masyarakat dan mencari solusi bersama terhadap permasalahan sebagaimana tersebut di atas.

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Sekretaris Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Hari Maryadi menerima secara simbolis Bantuan 500 paket ikan beku untuk warga Sintang dari Yessy Melania, SE Anggota Komisi IV DPR RI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sekretaris Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Hari Maryadi menyatakan maraknya temuan ikan berformalin atau peredaran dan penyelundupan jenis ikan yang dilarang dan dibatasi perdaganganya, mendorong BKIPM untuk menjalankan sebuah program berkelanjutan yaitu penyelenggaraan Bulan Mutu Karantina.

Program ini, bertujuan untuk membangun partisipasi aktif masyarakat dan mencari solusi bersama terhadap permasalahan sebagaimana tersebut di atas.

Dijelaskan Hari, BKIPM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam menjalankan tugas dan fungsinya bertanggung jawab membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya perkarantinaan ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan serta keamanan hayati ikan.

"Sejak digulirkannya Bulan Bakti tahun 2016, BKIPM KKP melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) KIPM di seluruh Indonesia telah menjalankan berbagai kegiatan yang secara langsung melibatkan masyarakat dan pelaku usaha berbasis perikanan di daerahnya. Kegiatan ini telah berdampak positif dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan serta keamanan hayati ikan," kata Hari saat menghadiri penyerahan bantuan penyediaan ikan sehat dan bermutu di Gang Ikhsan, Jalan Mensiku Jaya, Kelurahan Menyumbung Tengah Kecamatan Sintang, Jumat, 11 Juni 2021.

Ikan Baung Sebabkan Inflasi di Sintang

Heri menilai, melalui program Bulan Mutu Karantina, BKIPM turut berperan aktif menyediakan sumber gizi dari protein ikan melalui penyaluran produk perikanan kepada masyarakat. Bantuan yang disalurkan diperoleh dengan menyerap hasil perikanan dari pelaku perikanan lokal daerah tersebut.

Selain itu melalui Bulan Mutu Karantina, masyarakat dan pihak terkait diharapkan dapat berperan aktif dalam pentingnya menjaga kesehatan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan serta kelestarian sumberdaya ikan.

“Bulan Mutu Karantina momen bagi kami untuk mensosialisasikan tugas kami yakni melakukan pemeriksaan dan karantina ikan sebelum didistribusikan ke luar daerah sehingga tidak membawa penyakit. Begitu juga ikan yang akan dimasukan ke Kalbar, harus diperiksa dan dikarantina. Kami memastikan mutu ikan untuk dikonsumsi oleh masyarakat, jangan sampai ikan tersebut mengandung bahan kimia dan penyakit. Itu tugas kami," jelasnya.

Selain itu, BKIPM selain mendorong konsumsi ikan oleh masyarakat, juga memberikan edukasi bahwa ikan ini tidak kalah nilai gizinya dari daging seperti sapi, kambing dan ayam.

"Kami mendukung agar perikanan di Kabupaten Sintang ini bisa berkembang. Kami sudah melakukan kegiatan yang sama di 90 kabupaten kota di seluruh Indonesia. Kami sudah menyalurkan 161 ribu ton ikan untuk masyarakat. Untuk di Kabupaten Sintang ini ada 500 paket. Memang dibandingkan jumlah KK atau jiwa di Kabupaten Sintang ini, memang sangat kecil. Ke depan bisa berlanjut dan lebih besar lagi," harapnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved