Breaking News:

Tiga Kelurahan di Pontianak Terdampak Banjir, BPBD Siaga 24 Jam

"Di kecamatan Pontianak Selatan ada tiga kelurahan diantaranya Kelurahan Bansir Laut, Parit Tokaya dan Akcaya," kata Haryadi.

TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Banjir di Jalan Purnama I Kecamatan Pontianak Selatan Kota Pontianak Kalimantan Barat, Kamis 10 Juni 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo mengungkapkan, bahwa terdapat tiga kelurahan di Kecamatan Pontianak Selatan yang terdampak banjir, Kamis 10 Juni 2021.

Ia mengatakan, banjir tersebut diakibatkan oleh hujan deras berdurasi lama dan air pasang tinggi, serta sumbatnya saluran air atau drainase akibat sampah.

"Di kecamatan Pontianak Selatan ada tiga kelurahan diantaranya Kelurahan Bansir Laut, Parit Tokaya dan Akcaya," kata Haryadi.

Ia mengungkapkan, bahwa ketinggian air di tiga kelurahan tersebut mencapai 20 sampai 30 centimeter.

Namun sejauh ini belum ada warga yang mengungsi.

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Warga Sebut Banjir Setinggi Lutut di Jalan Purnama Pontianak

Kendati demikian, Haryadi mengatakan bahwa BPBD Kota Pontianak selalu siap siaga 24 jam untuk mengantisipasi terjadinya bencana, terkhusus dikatakannya berdasarkan data dari BMKG yang dihimpun terdapat cuaca ekstrem
Siklon tropis.

"Kalau ada cuaca ekstrem. Kami selalu menginformasikan kepada masyarakat. Berdasarkan data dari BMKG bahwa akan terjadi angin dan hujan deras. Maka menghimbau kepada masyarakat agar siap siaga. Kita ke depan juga ingin menjadikan masyarakat tangguh bencana, baik banjir dan bencana lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan memang untuk rawan terjadi banjir, bukan hanya di Pontianak Selatan tetapi di sepanjang Sungai Kapuas dan termasuk Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Barat.

"Dan masyarakat juga jangan membuang sampah sembarangan. Dan juga harus dikedepankan gotong royong, seperti kemarin kami dari BPBD juga sudah melakukan kerja bakti membersihkan parit, dan ini harus dilakukan secara rutin karena jika drainase tersumbat oleh sampah maka akan terjadi genangan air sehingga lama surut," ungkapnya.

Lebih lanjut Haryadi mengatakan, bahwa pihaknya terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan instansi terkait, baik kelurahan, Camat, TNI/Polri, Basarnas dan instansi lainnya.

"Dan kita juga akan memonitor kembali ke lapangan," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved