Breaking News:

KKP Amankan 19 Kapal Ilegal fishing, Menteri KKP Trenggono Siapkan Armada Tambahan

Kapal Nelayan vietnam dan Malaysia diamankan di laut Natuna Utara, sementara nelayan Filipina diamankan di wilayah laut Sulawesi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Konfrensi Pers penangkapan 19 kapal pelaku ilegal fishing di stasiun PSDKP Pontianak, Kamis 10 Juni 2021. Tribun Pontianak Ferryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bertepatan peringatan Hari Internasional Memerangi IUU Fishing, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mengamankan 19 kapal pelaku illegal fishing di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Dari 19 kapal tersebut, 3 berasal dari negara Malaysia, 2 dari negara Filipina, dan 7 berasal Negara Vietnam.

Kapal Nelayan vietnam dan Malaysia diamankan di laut Natuna Utara, sementara nelayan Filipina diamankan di wilayah laut Sulawesi.

Ke 12 kapal nelayan asing itu, selain telah melanggar batas Negara kedaulatan Indonesia, juga secara sengaja mencuri ikan di laut Indonesia dengan berbagai alat tangkap yang merusak pula.

Lakukan Ilegal Fishing, KKP Amankan 12 kapal Asing dari Tiga Negara Tetangga

Tak hanya menindak Kapal nelayan asing, KKP pun menindak 7 kapal nelayan Indonesia yang terbukti kedapatan melakukan penangkapan ikan menggunakan Trawl yang merupakan alat tangkap terlarang di Indonesia, karena merusak lingkungan.

Pada konferensi pers melalui Zoom Meeting, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Sakti Wahyu TrenggonoTrenggono menyampaikan bahwa ini merupakan bentuk komitmen tegas KKL memberantas praktik IUU Fishing (Illegal, Unreported and Unregulated Fishing).

“KKP memperingatinya melalui kerja keras para aparat kami, awak kapal pengawas perikanan yang terus menjaga setiap jengkal wilayah perairan kita, memastikan agar sumber daya kelautan dan perikanan terlindungi dari IUU Fishing,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam Konferensi Pers yang dilaksanakan secara virtual di Stasiun PSDKP Pontianak, Kamis 10 Juni 2021.

Dalam mencegah ilegal Fishing ini, selain fokus penegakan, ia mengatakan pihaknya pun juga melakukan upaya diplomasi ke berbagai pihak, untuk bersama - sama menghentikan ilegal Fishing.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan apresiasinya kepada Awak Kapal Pengawas Perikanan yang telah bekerja keras di lapangan sebagai benteng KKP dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. Menteri Trenggono menjanjikan akan terus memperkuat pengawasan, termasuk dengan penguatan infrastruktur

“Dari sisi infrastruktur, tahun ini kita sudah menambah dua armada baru dan akan terus kami tambah dengan kapal-kapal pengawas sekelas kapal fregat secara bertahap,” ujarnya.

Selanjutnya, pada kesempatan ini, Trenggono juga menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kejaksaan serta Presiden terkait memanfaatkan kapal nelayan asing yang diamankan tersebut tidak ditenggelamkan namun diberdayakan bagi nelayan lokal maupun institusi pendidikan.

"Kita merencanakan untuk memprogramkan bahwa kapal tersebut kita perbaiki dan kita berikan bantuan kepada nelayan lokal supaya terjadi kesetaraan,"tuturnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Penulis: Ferryanto
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved