Breaking News:

Harisson Sebut Meningkatnya Kasus Konfirmasi Covid-19 Baru di Kalbar Akibat Dari Beberapa Kluster

Lanjut Harisson menjelaskan bahwa kluster kluster ini timbul pada dasarnya adalah karena maskarat yang tidak taat prokes Covid-19.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kadiskes Kalbar, Harisson. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berdasarkan data harian Diskes Provinsi Kalimantan Barat tambahan kasus konfirmasi Covid-19 terbaru dalam dua hari terakhir di Kalbar diatas angka 100 kasus konfirmasi covid-19.

Pada 9 Juni 2021 tambahan kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar mencapai 158 orang, dimana 27 orang dirawat dirumah sakit. Lalu pada 10 Juni 2021 tambahan kasus konfrimasi mencapai 149 oranh dimana 22 orang dirawat di rumah sakit.

Harisson mengatakan dengan adanya lonjakan kasus beberapa hari terakhir di Kalbar masih dari kluster libur lebaran, kluster mudik,kemudian kluster perkantoran dan klaster keluarga. Dimana kluster-klaster ini saling berhubungan.

“Sebenarnya kasus konfirmasi dari kluster perkantoran merupakan klaster lanjutan dari kluster lebaran,”ujar Harisson kepada Tribun Pontianak, Kamis 10 Juni 2021.

Lanjut Harisson menjelaskan bahwa kluster kluster ini timbul pada dasarnya adalah karena maskarat yang tidak taat prokes Covid-19.

Jadi kadang prokes hanya menjadi basa- basi tidak benar-benar diterapkan dengan penuh kesadaran demi menjaga kesehatan dan keselamatan.

“Apalagi kalau sudah kumpul keluarga besar atau kumpul kumpul teman, sahabat prokes benar-benar tidak dijalankan. Kluster lebaran, keluarga dan perkantoran saling ada keterkaitan ini menyebabkan terjadinya peningkatanan kasus,”jelasnya.

Harisson Sebut Daerah dengan Cakupan Vaksinasi Rendah Tak Bertanggungjawab Pada Kesehatan Masyarakat

Ia mengatakan Diskes Provinsi sampai Kabupaten Kota terus melakukan tracing dan testing supaya bisa mendeteksi secara dini pasien positif-19 untuk segera diobati dan dilakukan isolasi.

“Deteksi dan pengobatan secara dini supaya kasus tidak bertambah banyak dan kasus konfirmasi covid tidak menjadi berat. Pengobatan lebih dini menyebabkan pasien segera sembuh dan tidak perlu dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Dengan demikian BOR tidak terlalu tinggi,”ucapnya.

Lalu upaya lain yang dilakukan yakni menggalakkan razia terhadap penerapan prokes kemudian membatasi kegiatan sosial masyarakat diantaranya membatasi kegiatan di malam hari hanya sampai pukul 20.00 WIB.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved