Breaking News:

Berita Video

Penularan Covid-19 Meningkat, Pontianak Terapkan PPKM Ketat Selama 14 Hari

Setelah dilakukan sosialisasi, barulah akan diberlakukan PPKM Ketat selama 14 hari dimulai Senin 14 Juni 2021 mendatang.

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kota Pontianak akan dilakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara ketat selama 14 hari. Hal itu disampaikan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Ia mengungkapkan, untuk PPKM Ketat ini selama lima hari dimulai Rabu 9 Juni 2021 dilakukan sosialisasi.

Setelah dilakukan sosialisasi, barulah akan diberlakukan PPKM Ketat selama 14 hari dimulai Senin 14 Juni 2021 mendatang.

 Edi Rusdi Kamtono  mengatakan,PPKM Ketat ini diberlakukan lantaran melihat kondisi penularan Covid-19 di Kota Pontianak yang semakin meningkat, bukan hanya jumlah orang yang terpapar covid-19.

Namun juga terbukti dengan meningkatnya angka hunian pasien Covid-19 di rumah sakit yang hingga saat ini mencapai lebih dari 80 persen.

"Kita mendapatkan informasi perkembangan covid-19 dari dinas Kesehatan Kota Pontianak terus Kapolresta dan Dandim, Kejari dan wakil ketua DPRD Kota. Masukan-masukan dari peserta rapat kesimpulannya kita selama lima hari mengadakan sosialisasi kepada masyarakat untuk penerapan PPKM secara ketat di semua kegiatan selama 14 hari," ungkapnya, usai rapat Koordinasi Satgas Covid-19 Kota Pontianak, di aula SSA Kantor Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa 8 Juni 2021.

Selama 14 hari nantinya, untuk jam aktivitas masyarakat maupun tempat usaha akan dibatasi. Kemudian tempat yang terjadi mobilitas masyarakat tinggi akan dilakukan pengawasan agar tidak terjadi kerumunan.

"Terus fasilitas kesehatan kita tingkatkan, masyarakat diharapkan untuk bisa menahan diri dan bersabar segala di aktivitasnya, karena kita mau menekan yang semakin meningkatnya penularan Covid-19," jelasnya.

Dalam pengetatan, PPKM Ketat itu, lanjut Edi, mewajibkan masyarakat memakai masker. Terkhusus di tempat keramaian, baik dipasar dan tempat acara, pertemuan maupun warung kopi dan dan lain sebagainya. Edi menegaskan agar penerapan protokol kesehatan harus secara ketat.

Kemudian, yang kedua aktivitas masyarakat maupun tempat usaha dibatasi untuk jam operasional pelaku usaha tutup sampai jam 21.00 WIB saja.

"Kemudian juga agar tidak terjadi kerumunan-kerumunan yang besar," ungkapnya.

Hal tersebut dikatakakannya juga berlaku di semua lingkungan Kota Pontianak. Bahkan Edi meminta agar Satgas Covid-19 di tingkat RT maupun RW juga melakukan pengawasan terhadap kegiatan masyarakat.

"Di RT RW juga menjaga supaya tidak ada kegiatan yang akan ramai. Karena PPKM ketat diberlakukan karena ada peningkatan kasus Covid-19, terutama yang bergejala dan kedua bed atau BOR di rumah sakit sudah diatas 80 persen dan yang meninggal juga meningkat," pungkasnya. 

[Update Berita Berita Video Tribunpontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved