Breaking News:

Oknum Guru PNS di Pontianak Jadi Tersangka Penggelapan 3 Mobil Rental, Ngaku untuk Kebutuhan Ekonomi

Kombespol Luthfie menyampaikan, modus yang digunakan para pelaku tersebut yakni dengan menyewa mobil tersebut dari rental dengan menggunakan identitas

Penulis: Ferryanto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah tersangka wanita kasus penggelapan Mobil yang berhasil diamankan Ditreskrimum Polda Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kalbar berhasil menangkap sejumlah pelaku penggelapan mobil yang menyasar para pengusaha rental Mobil di Kalimantan Barat

Pada konferensi pers di Mapolda Kalbar, Rabu 9 Juni 2021, Direkrut Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombespol Luthfie Sulistiawan menyampaikan saat ini pihaknya sudah berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 12 unit kendaraan roda 4 serta 12 unit kendaraan roda 2, selain itu pihaknya masih melakukan pencarian 8 unit kendaraan roda 4 lainnya.

sebanyak 8 orang tersangka penggelapan berhasil diamankan oleh Polda Kalbar Yang masing - masing berinisial NA, VS, FA dimana ketiganya merupakan wanita, Kemudian ES, TN, HB, HS, dan RH.

NA bekerja sendiri, kemudian, VS, TN dan FA merupakan satu kelompok.

Selain itu, terdapat pula sejumlah orang yang masih dalam pencarian oleh kepolisian.

Kombespol Luthfie menyampaikan, modus yang digunakan para pelaku tersebut yakni dengan menyewa mobil tersebut dari rental dengan menggunakan identitas palsu.

Ditreskrimum Polda Kalbar Ungkap Sindikat Penggelapan Mobil Rental, Polisi Imbau Korban Lapor

Dijelaskan Kombespol Luthfie, untuk tersangka NA merupakan guru sekolah dasar dan sudah berstatus pegawai negeri sipil.

Dari hasil pemeriksaan, N sudah melakukan penggelapan 3 unit mobil milik rental dengan modus serupa.

Ketiga mobil itu dijual oleh NA kepada warga yang berada di luar kota Pontianak dengan harga standar, dengan dalih kepada para pembeli akan mengirim surat - surat kelengkapan kendaraan seminggu setelah proses pembayaran.

Dengan keahliannya berkomunikasi, NA berhasil mengelabui para pembelinya.

"Yang bersangkutan ini merupakan ASN, seorang guru SD, dan motifnya melakukan itu karena faktor ekonomi. Dan ini tentu sangat kita sayangnya, seharusnya menjadi teladan yang baik, ternyata melakukan tindak pidana yang berulang pula,"ujar Kombespol Luthfi. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved