Breaking News:

BPH Migas Komitmen Kawal Penerapan BBM Satu Harga Daerah 3T

Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa menjelaskan bahwa BBM Satu Harga sangat penting untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi, dan yang lebih penting lagi

TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Foto bersama Wagub Kalbar usai peresmian secara serentak 27 titik lembaga penyalur bahan bakar minyak melalui Program BBM Satu Harga di Kantor Integrated Terminal Pontianak, Rabu 9 Juni 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial And Trading PT Pertamina (Persero) bersama Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas meresmikan secara serentak 27 titik lembaga penyalur bahan bakar minyak melalui Program BBM Satu Harga.

Peresmian serentak ini dilakukan di Kantor Integrated Terminal Pontianak yang diresmikan oleh Wagub Kalbar, Ria Nirsan bersama Kepala BPH Migas, M.m Fanshurullah Asa,dan Executive General Manager Regional Kalimantan, Freddy Anwar, Rabu 9 Juni 2021.

Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa menjelaskan bahwa BBM Satu Harga sangat penting untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi, dan yang lebih penting lagi keadilan wilayah, keadilan sosial yang berbasis keadilan energi.

Pertumbuhan lanjut Fanshurullah Asa, tidak hanya difokuskan dipusat atau di kota besar saja, namun dimulai dari wilayah 3T agar nantinya pertumbuhan terjadi secara merata.

Kalbar Tercepat Pendataan IDM 2021, Sutarmidji Target 425 Desa Mandiri hingga Tahun 2023

“Realisasi BBM Satu Harga adalah komitmen dan merupakan bukti konkrit tekad pemerintah bersama BUMN mewujudkan keadilan energi,”ucapnya.

BPH bersama Pertamina sejak 2016 hingga sekarang konsisten untuk mewujudkan BBM Satu harga ini sesuai dengan UU Migas.

“Hal Ini pasti akan mendorong pertumbuhan ekonomi, dimana tadinya harga bahan bakar bisa hingga 40 ribu rupiah, sekarang harganya sama, secara operasional ekonomi pasti akan sangat berpengaruh,” jelas Fanshurullah Asa.

BPH Migas sejak awal telah konsisten mengawal BBM Satu Harga yang telah dimulai sejak 2017 hingga 2024.

“BPH Migas mengawal sampai ke Kalbar dimana jumlah titiknya lebih banyak dari daerah lain, karena wilayah Kalbar yang luas. Kita juga minta sinergi TNI Polri dan Pertamina yang ditugaskan supaya BBM Satu Harga tepat sasaran,”pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved