Breaking News:

Sutarmidji Sebut Banyak Aparatur Jajaran Pemkot Pontianak Terkonfirmasi COVID-19

Ia mengatakan masih banyak kepala daerah yang takut bicara tentang covid-19, karena takut elektabilitasnya turun.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Sutarmidji 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan saat ini daerah yang dikhawatirkan penyebaran Covid-19 adalah di Kota Pontianak karena banyak jajaran aparatur di Pemerintah Kota yang terkonfirmasi Covid-19.

“Saya khawatir Kota Pontianak saat ini paling banyak jajaran di Pemerintah Kota Pontianaknya mulai dari pegawai dan pejabat Pemkot terkonfirmasi Covid-19. Kayak tak paham, masih saja makan sama-sama padahal sudah dibilang itu bahaya,” ujarnya. 

Ia mengatakan masih banyak kepala daerah yang takut bicara tentang covid-19, karena takut elektabilitasnya turun.

Baca juga: Puluhan Penduduk Dusun di Kabupaten Sintang Terpapar COVID, Warga Damba Bantuan Masker dan Vitamin

“Kayak saya dibuli tidak apa-apa itu terserah, kenapa harus takut yang penting tersampaikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia mencontohkan ketika dirinya memposting status di akun media sosial pribadinya yang komen bisa sampai 700 dan yang menyukai bisa 7000.

(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)

“Okelah dari 700  yang komen ada yang komennya jelek. Tapi dalam artian dari dua ini masyarakat senang dengan informasi tersebut,” ujarnya. 

Tak hanya itu saja, diakuinya masih banyak kepala daerah yang takut untuk  belanja reagen dan alat PCR yang dianggap mahal.

“Tapi yang jadi korban disini adalah masyarakat , karena masyarakat banyak tidak tahu. Makanya kita harus paksa. Saya bersama Kapolda dan Pangdam dan seluruh forkopimda kita sudah turun tangan,” ujarnya.

Namun dikatakannya untuk di daerah, bupati walikota sebagai Kasatgas di kabupaten kota masing-masing, sehingga tidak boleh melangkahi mereka.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved