Breaking News:

Kepala Satpol PP Pontianak Bantah Merusak Ukulele Pengamen, Tegaskan Hal Itu Pemusnahan Sesuai Perda

Adriana mengatakan, Satpol PP Kota Pontianak rutin melaksanakan penertiban pengamen yang ada di simpang jalan atau area lampu lalu yang mengganggu ket

Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Destriadi Yunas Jumasani
Kasat Pol PP Kota Pontianak Syarifah Adriana Farida mengklarifikasi video perusakan ukulele pengamen, di Kantor Sat Pol PP Kota Pontianak, Jalan Zainuddin, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin 7 Juni 2021. Kasat Pol PP menyebutkan video tersebut merupakan proses pemusnahan barang bukti yang sudah dua tahun lalu ditangkap dan tidak ada pemiliknya. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Di dalam keterangan video tersebut, Tretan mengajak untuk tetap berpikir positif, bahwa mungkin petugas tersebut sedang berkhayal menjadi Kurt Cobain atau Jimi Hendrix.

“Ini bukan arogansi, tapi mungkin ini bapaknya lagi menghayal jadi Kurt Cobain atau Jimi Hendrix pas ancurin gitar saat konser ... Stay positive (-) thinking ..,” tulis Tretan.

Selain itu, video tersebut juga mendapat komentar dari Anang Hermansyah.

Anang ikut buka suara atas viralnya video perusakan ukulele.

Dirinya merasa musisi jalan haruslah dibina bukan dibinasakan.

"Kok bisa ada kejadian seperti ini di negara yg kaya budaya. Penanganan musisi jalanan bukan malah harusnya dibina dan dikasih ruang, malah dibinasakan alat untuk berkreasi, berprestasi, berkarya mencari nafkah halal. Kok bisa ya? Ngeri..," tulis Anang dalam Instagramnya.

Tak hanya Anang. Musisi asal Kalbar, Riefian Fajarsyah atau akrab disapa Ifan Seventeen turut angkat suara terkait hal ini.

Menurut Ifan, sebagai seorang musisi, teriris rasanya gitar diperlakukan seperti miras dan narkoba.

"Terlebih ini terjadi di kampung halamanku, Pontianak Kalimantan Barat,'' katanya.

Ifan mengatakan, dirinya yakin, selayaknya Gubernur Sutarmidji dan Wali Kota Edi Kamtono bisa mencarikan solusi yang lebih baik untuk masalah pengamen jalanan ini.

''Terlebeh merekepun masyarakat yang butuh pekerjaan dan makan,'' tulisnya di akun Instagram.

"Karna kami memilih pemimpin bukan hanya butuh ketegasannya, namun juga kelembutan hati dan kebijaksanaannya dalam mengambil setiap keputusan. Salam hormat dari kami para musisi bang," tulis Ifan seraya menautkan akun Sutarmidji dan Edi Kamtono.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved