Breaking News:

Pemkot Pontianak Terima Bantuan 1,2 Triliun Rupiah untuk Pembangunan SPALD

Sejauh ini, ia mengatakan, Masyarakat melakukan pengelolaan atau membuat secara sendiri dalam pengelola air limbah, seperti ipal mini

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Rapat koordinasi pembahasan draft final report DED SPALD Februari 2021 lalu 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota Pontianak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui kementerian PUPR senilai kurang lebih 1,2 Triliun untuk pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD) skala kota.

Sebagaimana hal tersebut dikatakannya usai menyampaikan Pidato terhadap penyampaian Raperda Kota Pontianak tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2020, perubahan atas Raperda nomor 11 tahun 2020 tentang pajak daerah Kota Pontianak, Perubahan atas Raperda nomor 11 Tahun 2019 Tentang Ketentriban Umum, Pengelolaan Air Limbah Plastik dan Pengarusutamaan Gender, di gedung Paripurna DPRD kota Pontianak, Senin 7 Juni 2021.

Sejauh ini, ia mengatakan, Masyarakat melakukan pengelolaan atau membuat secara sendiri dalam pengelola air limbah, seperti ipal mini

"Terus Pemerintah Kota Pontianak telah membangun ipal komunal. Untuk pipa bisa menangani 10 sampai 20 rumah. Selanjutnya juga kita mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat kementerian PUPR untuk pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD) skala kota," ungkapnya.

Baca juga: Kalbar sebagai Pilot Project Pengembangan Biomassa Energi dari Limbah Batang Sawit

Hingga saat ini, Edi mengatakan, untuk bantuan tersebut sedang pembuatan Detail Engineering Design (DED).

"Karena ini semuanya dilakukan oleh pemerintah pusat dalam hal ini kementerian PUPR," katanya.

SPALD ini nantinya akan bisa menangani untuk 16.500 rumah sambungan yang membentang dari Jalan komyos Sudarso, Sungai Beliung Pontianak Barat sampai ke Martapura Pontianak Selatan.

"Bantuan dari pusat, kalau perkiraan itu sampai 1,2 triliun. Namun kita belum mendapatkan rincian detailnya," katanya.

Edi mengatakan, bahwa Kota Pontianak sangat layak mendapatkan bantuan tersebut, karena memang diakuinya tidak semua kota di Indonesia mendapatkan bantuan itu.

"Hanya ada lima Kota, pertama kota Pontianak ada slide tergantung air surut. Air tanah kita tinggi dan apabila pengelola air limbahnya tidak optimal ini bisa mencemari air limbah kita, seperti air di perit hitam," ujarnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved