Breaking News:

Ngaku Matikan Iblis, Seorang Suami Benamkan Kepala Istri ke Sungai hingga Meninggal Dunia

Khawatir terjadi hal tak diinginkan, para tetangga lantas melaporkannya ke kepala desa setempat bernama Nawawi.

Editor: Nasaruddin
Humas Polres Batola
Polisi melakukan pemeriksaan dan penyelidikan di bekas lokasi suami bunuh istri, dengan cara kepala korban dibenamkan ke sungai, di Desa Sungai Gampa RT 02, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu 5 Juni 2021 sore. 

IJ, warga setempat yang tak jauh bermukim dari tempat kejadian mengungkap bila korban HN merupakan sosok yang baik.

"Korban orangnya baik dan terbilang ramah, kesehariannya setiap pagi berjualan ikan di Pasar Sungai Gampa," kata IJ.

Sedangkan sang suami, SS adalah petani.

Namun, kurang diketahui karakter maupun kesehariannya. Karena lebih banyak berada di rumah.

IJ pun menambahkan, dari informasi yang beredar di lingkungannya, rumah tangga SS dan HN memang sering terjadi cekcok.

Namun, kurang diketahui apa masalah yang mereka ributkan.

Nahas, hari itu nampaknya emosi SS memuncak sehingga tega merendam kepala isterinya di sungai hingga kesulitan bernafas dan meregang nyawa.

Masih dari keterangan IJ, saat kejadian di rumah SS hanya ada anaknya yang berusia kurang lebih lima tahun dan tidak tahu menahu dengan perkara ibu bapaknya.

Atas perbuatannya SS dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang tentang pembunuhan dengan ancaman 20 tahun penjara. 

Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Tewas Jadi Korban KDRT di Batola Kalsel, Begini Keseharian Warga Sungai Gampa
Penulis: Muhammad Tabri
Editor: Hari Widodo

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved