Breaking News:

Muiz Nilai Harus Ada Penambahan Anggaran untuk Operator Penginput Daftar Pemilih

Selain itu, menurut Muiz, untuk mengurangi minimalisir kecurangan dalam penetapan DPT, operator penginput data harus memiliki banyak referensi data pe

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Bidang Data dan Informasi Pokja Rumah Demokrasi, Abdul Muiz. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Bidang Data dan Informasi Pokja Rumah Demokrasi, Abdul Muiz menyambut baik saran agar penginputan data diawasi dan dikerjakan langsung oleh komisioner KPU.

Hal ini karena, kata dia, begitu banyak data yang harus di input akan menguras tenaga atau pekerjaan yang sangat banyak.

Hal ini pun, lanjut dia, sangatlah berpotensi untuk mengcopy paste data yang sudah ada.

"Ditambah lagi gaji yang sangat tidak sesuai dengan pekerjaan mereka. Karena tidak mudah untuk menginput data yang sekian banyaknya dan harus real," ujarnya, Senin 7 Juni 2021.

Baca juga: Cornelis Minta Agar KPU dan Bawaslu RI Perhatikan Berbagai Aspek Saat Menyusun Anggaran Pemilu

Selain itu, menurut Muiz, untuk mengurangi minimalisir kecurangan dalam penetapan DPT, operator penginput data harus memiliki banyak referensi data penduduk.

Misalnya data dari BPS, terus dukcapil dan lain-lain, dan jika tidak singkron datanya maka harus ada kebijakan dari KPU selaku penentu DPT.

"Jika ini dilakukan menurut hemat saya sangatlah baik. Guna melihat dan menilai kinerja dari lembaga/instansi yang memang fokus terhadap pendapatan penduduk misalnya BPS dan Dukcapil kalau tidak ada sinkronisasi berarti harus ada pengevaluasian," ujarnya.

Ia pun berharap agar KPU harus menambahkan anggaran untuk bidang yang mengurusi pingimputan data agar lebih hati-hati dalam penetapan DPT.

Dengan begitu, ia menilai akan lebih mudah untuk melakukan evaluasi jika memang datanya bermasalah. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved