Breaking News:

Kelola Air Limbah Perkotaan, Pemkot Pontianak Bangun SPALD dengan Cakupan 16.500 Sambungan

Wali Kota Pontianak, mengungkapkan, bahwa SPALD tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui kementerian PUPR. 

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyerahkan dokumen Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Pontianak kepada Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Senin 7 Juni 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak hingga saat ini sedang mempersiapkan pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD) skala kota yang saat ini sedang pembuatan Detail Engineering Design (DED).

Wali Kota Pontianak, mengungkapkan, bahwa SPALD tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui kementerian PUPR. 

Lokasi untuk pengolahan air limbah direncanakan ada dua Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) yang akan mencakup 16.500 sambungan yang akan membentang dari Jalan Kom Yos Sudarso hingga Jalan Martapura.

Baca juga: Wali Kota Pontianak Pontianak Harap Partisipasi Lansia di Pontianak Jalani Vaksinasi COVID-19

Pembangunan SPALD ini merupakan proyek strategis nasional. Untuk penyelesaiannya ditargetkan selama enam tahun dengan jumlah 16.500 sambungan rumah. Dari hasil kajian, Kota Pontianak dinilai layak mendapat bantuan SPALD dari pemerintah pusat. Karena tidak semua kota yang mendapat bantuan tersebut.

"Kota Pontianak menjadi salah satu dari lima kota se-Indonesia yang menerima bantuan SPALD dari pemerintah pusat," ujarnya usai penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Pontianak di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Senin 7 Juni 2021.

"Kota Pontianak ini flat tergantung air pasang surut sehingga air tanah kita tinggi, apabila pengelolaan air limbah tidak optimal maka akan mencemari air tanah," imbuhnya.

Edi mengatakan, bahwa pengelolaan air limbah saat ini sudah diterapkan ri beberapa daerah, diantaranya Kota Denpasar dan Banjarmasin dengan skala parsial. 

Baca juga: Wali Kota Pontianak Imbau Tiga Hal untuk Masyarakat Guna Cegah Peningkatan Kasus COVID-19

"Untuk cakupan layanan pengolahan air limbah adalah 35 persen dari jumlah penduduk yang ada di Pontianak. Dengan adanya pembangunan SPALD ini nantinya diharapkan akan mengatasi persoalan air limbah hampir 40 persen warga Kota Pontianak," ujarnya.

Edi menjelaskan, bahwa yang dimaksud air limbah adalah air kotoran yang dihasilkan tubuh manusia maupun air kotor sisa dari cucian dan air limbah rumah tangga. 

"Air limbah tersebut selanjutnya dialirkan melalui pipa dari rumah hingga ke IPALD untuk kemudian diolah. Dengan adanya pengolahan air limbah ini, maka parit yang ada tidak lagi tercemar dengan air limbah," tuturnya. (*)

(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved