Breaking News:

Alat Pengering Rak untuk Mempertahankan Mutu Produk Pangan Lokal yang Bernilai Tinggi

Pengawetan merupakan suatu upaya untuk memperlambat laju pertumbuhan mikroba pada produk pangan lokal. Teknologi pengawetan dapat dilakukan dengan ber

Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Alat Pengering Rak (Cabinet Dryer) Untuk Mempertahankan Mutu Produk Pangan Lokal yang Bernilai Tinggi. 

Alumni Prodi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Sulha Rahmi Oktaviani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Alumni Prodi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura (Untan), yang sekarang melanjutkan studinya di Magister Program Studi Ilmu Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Sulha Rahmi Oktaviani, menuangkan pendapatnya mengenai alat pengering rak (cabinet dryer) untuk mempertahankan mutu produk pangan lokal yang bernilai tinggi.

Berikut penjelasan pokok-pokok pikiran wanita kelahiran Kota Pontianak, alat pengering rak (cabinet dryer) untuk mempertahankan mutu produk pangan lokal yang bernilai tinggi tersebut, Senin 7 Juni 2021.

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki banyak bahan pangan lokal. Umumnya, bahan pangan yang merupakan produk hasil pertanian mengandung kadar air yang cukup tinggi sehingga dapat mempengaruhi umur simpan produk pangan pada saat penyimpanan.

Kadar air yang tinggi dapat menurunkan kualitas produk seperti munculnya mikroba yang tidak diinginkan sehingga menyebabkan pembusukan produk pangan lokal.

Proses pengawetan diperlukan untuk mencegah pembusukan produk pangan lokal. Pengawetan dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai teknologi.

Pengawetan merupakan suatu upaya untuk memperlambat laju pertumbuhan mikroba pada produk pangan lokal. Teknologi pengawetan dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung pada keperluan produk pangan yang ingin diawetkan.

Contoh teknologi pengawetan adalah pengeringan, pendinginan, pengemasan dan penggunaan bahan tambahan pangan. Beberapa teknologi tersebut dapat membantu untuk meminimalisir pembusukan produk pangan lokal.

Baca juga: Dorong Percepatan dan Perluasan Digitalisasi sampai ke Daerah, BI Bentuk Tim TP2DD Se-Kalbar

Pembusukan produk pangan lokal terjadi karena adanya reaksi fisiologis maupun enzimatis dari mikroba yang tumbuh. Mikroba dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat pada produk pangan lokal yang memiliki kadar air tinggi. Pengurangan kadar air pada produk pangan lokal akan menyebabkan memperlambat pertumbuhan mikroba.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved