Breaking News:

Persiapkan Pemilu 2024, PKB Kalbar Siapkan Caleg Sejak Sekarang

"Kita ingin kita semakin solid dan kokoh, jika kita solid mesin partai juga solid dan Insyallah kita akan menjadi pemenang," tambahnya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Mulyadi Tawik, Ketua DPW PKB Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPW PKB Kalbar, Mulyadi Tawik memastikan jika pihaknya telah mempersiapkan diri untuk menghadapi pemilu serentak 2024.

Bang Mul sapaan akrabnya mengatakan jika langkah-langkah strategis juga telah dilakukan dari jauh-jauh hari.

Selain daripada memang, kata dia, konsolidasi organisasi dalam hal DPW PKB Kalbar terus dilakukan dan menyeluruh di 14 Kabupaten Kota.

"Guna menghadapi pemilu serentak 2024 yakni pileg, pilpres dan pilkada kita terus melakukan persiapan dan konsolidasi organisasi menyeluruh di 14 Kabupaten Kota di Kalbar," katanya, Minggu 6 Juni 2021.

"Kita ingin kita semakin solid dan kokoh, jika kita solid mesin partai juga solid dan Insyallah kita akan menjadi pemenang," tambahnya.

Seperti diketahui, Pemerintah, DPR RI dan penyelenggara pemilu telah menyepakati jadwal Pemilu 2024.

Pada Maret 2022 tahapan sudah dimulai, untuk pelaksanaan Pileg dan Pilpres diagendakan Rabu, 28 Februari 2024, sementara Pilkada serentak Rabu, 27 Nopember 2024.

Mulyadi melanjutkan, selain daripada konsolidasi internal, pihaknya juga akan terus membina hubungan dengan kyai-kyai dan pesantren NU.

Baca juga: PKB Kalbar Solid Menangkan Cak Imin di Pilpres 2024

Biar bagaimanapun, ia mengatakan jika PKB dilahirkan dari rahim NU, sehingga hubungan antara kyai-kyai dan pesantren NU dengan PKB tidak bisa dipisahkan.

"PKB dilahirkan dari rahim NU, PKB dan NU tidak bisa dipisahkan, kita yakin dengan semua sumber daya yang ada, PKB sangat siap untuk pemilu 2024," bebernya.

Satu diantara kerja politik yang telah dilakukan, kata Mulyadi pihaknya akan melakukan sekolah caleg, sehingga para caleg telah dipersiapkan sejak dini.

"Kita juga sudah mempersiapkan caleg-caleg kita, kita sudah persiapkan secara dini sejak sekarang," katanya.

Mengenai adanya kepala daerah yang berpotensi hanya menjabat 3 tahun, Mulyadi pun menilai jika kepala daerah tersebut tetap akan dapat bekerja maksimal guna merealisasikan janji politik yang telah disampaikan kepada masyarakat saat kampanye. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved