Breaking News:

Menghadapi Pemilu 2024, Begini Kata Ketua DPD Gerindra Kalbar

Mulai dari aspek ketepatan waktu, anggaran hingga dengan aspek kesehatan seperti dampak dari pandemi covid 19 yang dimungkinkan saja masih berlangsung

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUN PONTIANAK/ ISTIMEWA/GERINDRA
Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Kalbar Yuliansyah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPD Partai Gerindra Kalbar, Yuliansyah mengungkapkan kesiapan dirinya dan jajaran untuk menghadapi pemilu 2024.

Hal ini menyusul Pemerintah, DPR RI dan penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU, Bawaslu dan DKPP telah menyepakati jadwal Pemilu 2024.

"Pada prinsipnya kami sebagai partai politik tentu telah mempersiapkan diri dari sekarang untuk berlaga di 2024, persiapan tentu jauh-jauh hari," ujarnya, Minggu 6 Juni 2021.

Tahapan yang telah dibuat dan disepakati berbagai lembaga itu, kata Yuli, tentu telah memperhatikan segala aspek keperluan.

Mulai dari aspek ketepatan waktu, anggaran hingga dengan aspek kesehatan seperti dampak dari pandemi covid 19 yang dimungkinkan saja masih berlangsung sampai 2024.

Baca juga: Gerindra Kalbar Berikan Sembako pada Penyandang Disabilitas yang Ikut Pekan Olympic Nasional

"Sebagai partai politik, kita tentu meyakini keputusan yang telah dibuat telah mempertimbangkan semua aspek, di parlemen juga ada wakil rakyat Gerindra, tentu semua hal telah diperhitungkan," katanya.

Namun demikian, untuk persiapan Yuliansyah menjelaskan pihaknya terus melakukan konsolidasi-konsolidasi internal.

Mengaktifkan sayap-sayap partai yang merupakan bagian dari mesin partai hingga terus terjun ke lapangan berjumpa dan menyerap aspirasi masyarakat.

"Persiapan-persiapan tentunya selalu kita lakukan, yang penting adalah turun ke masyarakat, namun perlu digaris bawahi jika turun ke masyarakat bukan hanya di jelang pemilu, seyogyanya terus menyerap aspirasi harus terus dilakukan karena parpol tonggak aspirasi masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut, Yuli juga tidak mempermasalhkan terkait kepala daerah yang kemungkinan hanya menjabat sekitar 3 tahun.

"Mau menjabat 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun, yang penting adalah pengabdian kepada masyarakat, apa yang bisa kita berikan kepada masyarakat," katanya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved