Breaking News:

Era Pandemi Covid-19, Kadisporapar Kalbar Dorong Pelaku Usaha di Kalbar Miliki Sertifikat CHSE

Kadisporapar Provinsi Kalbar, Windy Prihastari mengatakan melalui surat edaran Gubernur Kalbar yang sudah disebarkan tentang pelaksanaan Protokol Kese

Penulis: Anggita Putri
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekda Kalbar usai membuka acara Sosialisasi Sertifikasi Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan pada Usaha Pariwisata, di Hotel Orchardz Perdana Pontianak, Jumat 4 Juni 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat mendorong para pelaku usaha pariwisata di Kalbar memiliki sertifikat CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability).

Hal itu disampaikannya usai membuka acara Sosialisasi Sertifikasi Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan pada Usaha Pariwisata, di Hotel Orchardz Perdana Pontianak, Jumat 4 Juni 2021.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Windy Prihastari mengatakan Disporapar Kalbar akan terus mensuport setiap palaku usaha pariwisata agar segera mempunyai sertifikasi CHSE.

“Karena di Era Pandemi ini, setiap pelaku usaha pariwisata itu wajib memiliki sertifikat CHSE. Maka dari itu kita adakan acara ini untuk memberikan kiat-kiat tentang bagaimana memperoleh sertifikat tersebut, ” ujarnya, Jumat 4 Juni 2021.

Kadisporapar Provinsi Kalbar, Windy Prihastari mengatakan melalui surat edaran Gubernur Kalbar yang sudah disebarkan tentang pelaksanaan Protokol Kesehatan di setiap destinasi pariwisata, harus dilakukan dengan displin.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Sekda Kalbar Harap Sektor Pariwisata Terus Melakukan Inovasi untuk Terus Bangkit

“Jadi setiap kabupaten kota tidak boleh lengah, tugas Disporapar Kabupaten Kota harus tetap bersinegi dengan satgas Covid- 19, serta TNI/ Polri,” jelasnya.

Windy mengatakan untuk mendorong pelaku usaha pariwisata yang ada di Kalbar untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya protokol kesehatan dalam rangka reaktifasi sektor pariwisata terhadap pandemi Covid – 19 di Kalbar.

“Kita berharap Disporapar kabupaten kota sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk selanjutnya dapat mendorong semua pelaku usaha pariwisata yang ada di kabupaten kota di Kalbar yang usahanya belum tersertifikasi CHSE,”ujar Windy Prihastari.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan pada era pandemi Covid-19 sektor pariwisata juga sangat terdampak.

Maka dari itu dalam pengembangan sektor pariwisata harus terus melaksanakan prokes yang ketat.

“Kalau prokes ketat disatu sisi untuk membangkitkan sektor pariwisata, dan sisi lainnya kita tidak menyebabkan timbul kluster covid-19 disektor pariwisata,”pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved