Breaking News:

Launching Keramba Humaniora, Bupati Jarot Ajak Masyarakat Perbanyak Budidaya Ikan

Jarot mengaku heran, dengan rendahnya tingkat konsumsi ikan di masyarakat masih jauh dari rata-rata nasional. Padahal, potensi ikan di sungai dan dana

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Bupati Sintang, Jarot Winarno melepas bibit ikan saat melaunching Keramba Humaniora yang diinisiasi oleh Kodim 1205/Stg, di lanting Saka Tiga, Kamis, 3 Juni 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno melaunching Keramba Humaniora yang diinisiasi oleh Kodim 1205/Stg, di lanting Saka Tiga, Kamis, 3 Juni 2021.

Jarot mengapresiasi Dandim 1205/Stg, Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan yang telah menginisiasi keramba ikan di bantaran sungai kapaus. Menurutnya, inisiatif ini bisa dicontoh masyarakat untuk kembali menghidupkan peradaban sungai yang saat ini mulai terkikis dengan maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

"Inisiatif seperti yang Dandim lakukan contoh terbaik, membuat keramba ikan di tepi sungai, kita bisa sambil mengurangi beraktivitas PETI di sungai. Peti menyebabkan pengaruh sedimentasi, daya tampung lingkungan turun," kata Jarot.

Jarot mengaku heran, dengan rendahnya tingkat konsumsi ikan di masyarakat masih jauh dari rata-rata nasional. Padahal, potensi ikan di sungai dan danau banyak di Kabupaten Sintang.

Baca juga: Wakapolres Sintang Cek Senjata Api dan Alat Komunikasi Setelah Pimpin Apel Pagi

"Rata-rata tingkat konsumsi ikan kita masih rendah. Angka nasional itu 55 kg per pertahun perorang. Kalau indonesia timur 48 kg perorang pertahun. Di sintang ini cuma 38 kg. Dulu pernah hanya 28 kg perorang pertahun," ungkap Jarot.

Selain itu, Jarot juga merasa heran karena sintang menjadi faktor penyebab inflasi, terutama ikan baung. Padahal, Sintang punya banyak sungai dan danau.

"Kita juga heran denhan daerah kita penghasil ikan yang besar, sungai dan danau bayak, tetapi ikan menjadi menjadi faktor penentu inflasi di sintang. Karena variabelnya ikan baung, susah cari ikan baung, kalau langka harga naik, inflasi pun naik," ujarnya.

Jarot berharap, masyarakat memperbanyak keramba ikan di bantaran sungai. Selain untuk menambah tingkat produktivitas ikan, tapi juga mengembalikan peradaban sungai.

"Dulu, mata pencaharian utama masyarakat itu ikan, bhkan PETI atau karet. Mudah-mudahan masyarakat kembali membudidaya ikan, sehingga meningkatkan koumsi ikan, menyehatkan masyarakat, memberi imunitas corona. Ikan bisa menigkatkan imunitas, mari banyak makan ikan, supaya daya tahan terhadap corona," harap Jarot. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved