TRIPONCAST Model Pendidikan untuk Menjawab Tantangan Anak di Masa Depan
Dalam podcast yang tayang live di Instagram dan Facebook Tribun Pontianak, Sri menjelaskan secara lugas mengenai keterampilan vital yang dibutuhkan di
Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tribun Pontianak Official Podcast (Triponcast) kembali hadir berikan jawaban untuk segala bentuk pertanyaan Tribuners yang resah dengan pendidikan sang buah hati.
Tema yang diusung "Model Pendidikan untuk Menjawab Tantangan Anak di Masa Depan" Triponcast menghadirkan Fasilitator Sekolah Alam Terpadu Cerlang, Sri Wartati.
Dalam podcast yang tayang live di Instagram dan Facebook Tribun Pontianak, Sri menjelaskan secara lugas mengenai keterampilan vital yang dibutuhkan di masa depan, dengan fokus poin kecerdasan emosional, berpikir kritis, dan kolaboratif.
Baca juga: Momen Hardiknas, Wagub Kalbar Harapkan Ada Kontribusi Pendidikan dalam Peningkatakan IPM Kalbar
Sri menjelaskan jika kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan untuk menalar, dan berpikir. Yang bilamana berpikir untuk mengatasi suatu masalah, lalu membuat suatu dugaan kemudian menguji dugaan tersebut untuk ditarik kesimpulan atau diujikan lagi terus hingga menemukan solusi terbaik.
Ketika ditanya mengenai metode yang digunakan oleh guru untuk mendorong anak-anak agar mampu berpikir kritis, Sri menjelaskan jika hingga kini, model pembelajaran maupun pendidikan masih konvensional yang menekankan hafalan, sehingga materi pun sudah terstruktur, dan juga model pertanyaan yang kurang analitis.
(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)
"Sementara sangat gampang membuat anak untuk berpikir kritis. Secara umum semua anak itu mampu untuk berpikir kritis, masalahnya kemampuan anak itu harus diasah, cara mengasahnya ini yang terkadang ketinggalan," jelasnya Kamis, 28 Mei 2021.
Sebenarnya model yang paling gampang itu ialah jangan pernah berusaha memberi tahu anak, tapi cobalah untuk mulai bertanya kembali pada anak.
Walaupun sebagai orang tua sudah mengetahui jawabannya, lebih baik ajak mereka untuk bertanya. Karena dengan seringnya kita ajak bertanya, mereka akan terus tergugah untuk terus bertanya-tanya.
Baca juga: Miss Chinese Indonesia 2020 Aldora Helsa, Bagikan Motivasi Positif dalam Program Triponcast
Jika berada di Sekolah AlamTerpadu Cerlang, para guru mengajak anak bertanya, melakukan observasi, dan mengamati apapun itu.
Untuk itu, guru mungkin harus memiliki maindset bahwa anak sebenarnya adalah maha guru untuk dirinya sendiri. Karena anak sebenarnya ialah pembelajar.
"Mereka itu sebenarnya bukan kertas kosong, mereka sudah punya bakat dan minatnya masing-masing, jadi jangan dipaksain untuk diseragamkan," jelasnya.
Selain itu, anak juga memiliki kecepatan waktu belajar yang berbeda-beda, kemudian maindset yang kedua yakni menyadari bahwa yang dihadapi adalah anak-anak, jadi fitrahnya anak itukan bermain, jadi caranya bisa membuat mereka senang belajar lalu mau belajar dan proses belajar itu terjadi. Sehingga bisa melakukan pendekatan yang pas ke anak-anak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dsdsf-sdfsd-fsd-fsd-fsd.jpg)