Breaking News:

Netizen Curhat Bayar Mahal Pecel Lele di Malioboro Mahal, Ini Kata Paguyuban Lesehan Malam Malioboro

Calon konsumen diharapkan lebih cermat ketika akan membeli makanan di lesehan Malioboro.

TRIBUNPONTIANAK.CO,ID, YOGYAKARTA -Wisatawan harus merogoh kocek lebih dalam untuk satu porsi pecel lele, di sekitar Malioboro, Kota Yogyakarta  yakni sebesar Rp 37.000 untuk satu porsinya.

Padahal harga normal lesehan pecel lele di sekitar Malioboro, Kota Yogyakarta berkisar Rp 15.000 hingga Rp 18.000.

Calon konsumen diharapkan lebih cermat ketika akan membeli makanan di lesehan Malioboro.

Harga tersebut jauh jika dibandingkan dengan video viral wisatawan yang membeli pecel lele di sekitar Malioboro.

Jika dirinci wisatawan yang ada di video itu membayar Rp 20.000 untuk lele, Rp 7.000 untuk nasi putih, dan Rp 10.000 untuk lalapan.

Baca juga: Sebastianus Darwis Fokus Tata Kota Menuju Objek Wisata, Agar Menjadi Daya Tarik Wisatawan Berkunjung

Terima kasih telah membaca Kompas.com. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email Ketua Paguyuban Lesehan Malam Malioboro Sukidi mengatakan, harga Rp 15.000 hingga Rp 18.000 didapatkan setelah pihaknya melakukan survei di pedagang sekitar Malioboro, Kota Yogyakarta.

"Hasil survei kami harga tertinggi di lapangan pecel lele Rp 15 ribu- Rp 18 ribu per porsi. Tapi tadi di medsos disebut harga per porsi lebih dari Rp 20 ribu ditambah lalapan Rp 10 ribu," katanya saat dihubungi, Rabu 26 Mei 2021.

Ia menyampaikan, pedagang di sekitar Malioboro sudah tidak seperti dulu lagi. Sekarang ini menurutnya para pedagang telah mengutamakan pelayanan.

"Walaupun ini masih masa pandemi, teman-teman pedagang masih bisa berpikir positif. Dalam arti persiapan-persiapan menghadapi musim liburan lebaran tetap terkontrol, baik tentang harga dan pelayanan," kata Sukidi.

Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada para wisatawan untuk lebih cermat kembali saat berbelanja di sekitar kawasan Malioboro, khususnya saat akan membeli makanan di lesehan Malioboro.

"Harusnya calon konsumen yang makan di Malioboro bisa baca, berapa harga yang tercantum di daftar harga," katanya.

Dirinya menyarankan, agar wisatawan yang menemukan oknum pedagang bisa langsung melaporkan kepada petugas yang ada di sekitar Malioboro.

Para pengurus paguyuban, ujarnya, siap membantu sehingga bisa langsung diselesaikan.

"Saran kami jangan terus ngomongnya di medsos. Kan juga ada sarana pengaduan konsumen, baik lewat UPT Pemkot dan kami sebagai pengurus juga siap membantu untuk menyelesaikan jika ada yang kurang puas," tutupnya.

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved